Bisnis Bangkrut, Mengurung Diri Sebelum Ditemukan Tewas

Rabu, 7 April 2021 09:54

Jasad korban Ferry Tjandratno Pradigtho ditemukan membiru dengan tanda darah di mulut, hidung dan tangan (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, BALI — Kematian Ferry Tjandratno Pradigtho, 59, di rumahnya di Jalan Anggrek No.28, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Selasa (6/4) kemarin, masih menyisakan misteri.

Terutama penyebab kematian korban. Pasalnya, korban ditemukan tewas dengan kondisi tubuh membiru. Ditemukan darah di tangan, mulut dan hidung almarhum.

Menurut Kasubaghumas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, berdasar keterangan sang istri, Fransisca Susi Mariani, 59, suaminya mengalami depresi karena usahanya bangkrut sejak 10 tahun lalu.

“Ya, kata sang istri, Ferry sudah bertahun-tahun mengalami depresi,” tutur Iptu I Ketut Sukadi. Akibat depresinya itu, korban menjadi pria dengan kepribadian yang tertutup (introvert), susah diajak komunikasi, tidak pernah bersosialisasi dan hanya mengurung diri dalam kamar.

“Korban tinggal bareng istri dan lima orang anaknya di satu rumah,” cetusnya sembari mengatakan, setelah mengetahui hal tersebut keluarga melapor ke BPBD Denpasar dan ke kantor desa termasuk diteruskan ke aparat kepolisian.

Berdasar hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh kepolisian, almarhum diperkirakan meniggal dunia selama 12 jam sebelum ditemukan.

Stelah melakukan olah TKP, jenasah Ferry dievakusi ke RS Sanglah Denpasar. “Ya jasadnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Denpasar untuk dilakukan otopsi.

Tujuan dari otopsi itu agar diketahui secara pasti penyebab kematian korban,” pungkas Iptu Sukadi.

Komentar


VIDEO TERKINI