Cuaca Buruk, Distribusi Bantuan untuk Pengungsi Banjir Bandang dan Longsor NTT Terhambat

Rabu, 7 April 2021 21:44

BNPB mencatat 124 jiwa meninggal dunia menyusul banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT). Data itu didapa...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, cuaca buruk yang masih berlangsung pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) memperlambat pendistribusian bantuan untuk para pengungsi.

“Bantuan terlambat karena cuaca. Jadi kemarin kami bawa barang turun di Maumere dan melalui jalur darat ke Larantuka lalu menyeberang ke Adonara. Memang cuaca tidak bagus,” kata Mensos Risma saat konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (7/4), seperti dikutip dari Antara.

Karena cuaca buruk, kapal tidak diizinkan menyeberang ke pulau-pulau yang terdampak bencana tersebut sehingga menjadi kendala dalam pendistribusian bantuan. “Masalahnya transportasi sulit sehingga kita juga kesulitan membawa barang kesana,” jelas Risma.

Berdasarkan peninjauan Risma ke lokasi bencana sebelumnya, serta laporan dari pemda setempat, wilayah yang terdampak parah bencana akibat siklon tropis Seroja itu adalah Kabupaten Larantuka, Adonara, Sumba Timur, Alor, Ende dan Malaka.

Sebelumnya, Kementerian Sosial telah mengirimkan bantuan logistik senilai Rp2,6 miliar untuk pemenuhan kebutuhan dasar penyintas dan santunan bagi ahli waris korban yang meninggal dunia.

Namun menurut Risma, masih banyak daerah terdampak yang belum terdistribusi bantuan dan bantuan mendesak saat ini adalah bahan makanan, obat-obatan serta alat berat untuk evakuasi korban.

Siklon Seroja hingga saat ini terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun masih memberikan dampak berupa angin kencang dan gelombang tinggi di sejumlah perairan yang dilalui.

Komentar


VIDEO TERKINI