Ingin Untung Besar saat Kondisi Bencana, 3 Pengusaha di NTT Ditangkap

Rabu, 7 April 2021 20:51

BNPB mencatat 124 jiwa meninggal dunia menyusul banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT). Data itu didapa...

FAJAR.CO.ID, KUPANG — Tim Polda NTT menangkap tiga pengusaha yang diduga menaikkan harga penjualan bahan bangunan di tokonya pascabencana melanda provinsi itu.

Penangkapan spekulan harga ini dilakukan sesuai perintah Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif pada Selasa (6/4) malam.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna B mengatakan ketiga pengusaha itu ditangkap pada pukul 14.00 WITA, Rabu siang (7/4).

“Para pelaku usaha itu sudah kami amankan karena diduga menaikkan harga bahan bangunan dengan sengaja,” kata Rishian di Kupang.

Ketiga pengusaha itu masing-masing berinisial MM, pemilik toko bangunan bernama UD SJL di jalan Lalamentik No 47, Oebobo dan JL H.R Koro, Oepura. Di toko milik MM, paku payung dari harga normal Rp 27.000 per kilogram (kg) dijual menjadi Rp 45.000.

Pengusaha kedua berinisial NA dengan nama toko UD DP di Jalan Fektor Fonay di kelurahan Maulafa. Pelaku menjual seng 0,20 gajah duduk dari harga normal Rp 53.000 per lembar menjadi Rp 68.000.

Berikutnya seng 0,30 Calisco dari harga normal Rp 70.000 dinaikkan menjadi Rp 90.000 per lembar, dan paku payung dari harga awal Rp 27.000 per kg menjadi Rp 40.000.

Pelaku ketiga berinisial AK RB dengan nama toko UD KS di Kuanino yang menjual triplek 6 milimeter dari harga normal Rp 78.000 per lembar naik menjadi Rp 100.000.

Komentar


VIDEO TERKINI