Kapolri Minta Maaf soal Media Dilarang Tampilkan Arogansi Polisi

Rabu, 7 April 2021 11:18

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kontroversi Surat Telegram Rahasi...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kontroversi Surat Telegram Rahasia terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian. Menurut dia telah terjadi kesalahpahaman atas maksud sesungguhnya telegram dikeluarkan.

Sigit mengatakan, telegram tersebut pada awalnya ditujukan untuk mengingatkan anggota Polri tidak lagi berbuat arogan. Sebab, selama ini masih kerap terjadi adanya perilaku anggota yang tidak sebagaimana mestinya.

“Arahan saya ingin Polri bisa tampil tegas namun humanis, namun kami lihat di tayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan. Oleh karena itu, tolong anggota untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di lapangan,” kata Sigit dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4).

Sigit menuturkan, di era sekarang keterbukaan informasi sudah menjadi hak publik. Seluruh perbuatan setiap anggota Polri akan menjadi sorotan. Oleh karena itu, apabila ada satu anggota yang bertindak di luar batas, maka akan mencoreng nama baik institusi.

“Karena itu saya minta agar membuat arahan supaya anggota lebih hati-hati saat tampil di lapangan, jangan suka pamer tindakan yang kebablasan dan malah jadi terlihat arogan, masih sering terlihat anggota tampil arogan dalam siaran liputan di media. Hal-hal seperti itu agar diperbaiki sehingga tampilan anggota semakin terlihat baik, tegas namun humanis,” imbuhnya.

Namun, telegram yang dikeluarkannya berujung pada multitafsir di ranah publik. Tujuan mengingatkan anggota Polri agar tidak bertindak arogan, menjadi seolah Polri menampilkan aksi arogansi anggota polisi.

Komentar


VIDEO TERKINI