Kuota Jemaah Reguler 25 Persen, Biaya Haji Rp87,51 Juta

Rabu, 7 April 2021 17:08

WNI Jemaah Tablig di India. Foto: Kemenlu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Seperti diperkirakan sebelumnya, biaya haji di tengah pandemi Covid-19 mengalami kenaikan. Itu tergambar dalam rapat antara Komisi VIII DPR bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Jakarta kemarin (6/4).

Dengan asumsi kuota jamaah reguler hanya 25 persen, biaya haji tahun ini Rp87,51 juta. Namun, kenaikan itu tidak akan dibebankan kepada jamaah.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu menegaskan, angka-angka yang dibahas bersama Komisi VIII DPR itu masih bersifat sementara. Dia juga menjelaskan, kuota haji 25 persen dari kuota normal atau hanya 50 ribu dibuat oleh Kementerian Agama (Kemenag). ’’Kami belum menerima angka (kuota haji, Red) yang mutakhir,’’ katanya.

Meski begitu, Anggito mengungkapkan, BPKH sudah memiliki template yang bisa menyesuaikan berapa pun kuota haji tahun ini. Apakah nanti 20 persen atau lebih sedikit. Dia menegaskan, sejatinya biaya haji sebesar Rp87 jutaan itu masih confidential atau rahasia. Tetapi, karena rapat bersama komisi VIII sempat digelar terbuka, angka tersebut bisa diketahui masyarakat.

Lebih detail soal usulan biaya haji disampaikan anggota BPKH Acep Riana Jayaprawira. ’’Tahun ini angka sementara yang kami dapatkan dari Kemenag. Kami tidak ubah apa-apa. Bipih (biaya ditanggung jamaah, Red) Rp 44,39 juta,’’ katanya. Sedangkan subsidi dari hasil pengelolaan dana haji oleh BPKH sebesar Rp 43,11 juta.

Komentar


VIDEO TERKINI