Suami Meninggal, Nekat Korupsi karena Punya 30 Pinjaman Online

Rabu, 7 April 2021 10:47

Terdakwa Putu Ririn Lersia Oktavia (rompi merah) (Adrian Suwanto)

FAJAR.CO.ID, BALI — Di usianya yang masih sangat muda, Putu Ririn Lersia Oktavia harus menjalani proses hidup yang pahit.

Gara-gara korupsi, perempuan cantik mantan sales salah satu bank plat merah itu harus merasakan panasnya kursi pesakitan.

Lalu apa sebenarnya yang membuat wanita muda anak satu ini sampai nekat memilih jalan pintas dengan melakukan korupsi.

Saat pembacaan surat pledoi, perempuan muda yang didakwa melakukan korupsi dana salah satu bank BUMN di bilangan Gajah Mada, Denpasar, ini secara blak-blakan menuangkan curahan hatinya.

Dalam pledoinya yang ditulis tangan diatas tiga lembar kertas itu, Ririn mengungkapkan alasannya nekat menggunakan dana bank sebesar Rp494.693.000.

Dana itu belakangan sudah dikembalikan sebesar Rp123.673.475.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai I Wayan Gde Rumega, Ririn mengaku dana bank yang ditilap dipakai untuk menutupi pinjaman online (pinjol) dengan bunga besar.

“Semua saya lakukan karena suami saya sakit kanker stadium akhir pada Januari 2017. Setelah menjalani pengobatan selama 1, 5 bulan, suami saya meninggal dunia,” tutur lulusan D-3 Akuntansi itu, kemarin (6/4).

Sepeninggal suaminya, Riri hidup sebagai single parent alias orang tua tunggal. Ia memilih tetap tinggal di Kota Denpasar dengan beban biaya besar.

Sementara gaji yang didapat dari bekerja di bank dengan status karyawan outsourcing dengan perpanjangan kontrak setiap tahun, diakuinya tak cukup menutupi tanggungan hidup.

Komentar


VIDEO TERKINI