Digerebek Berbuat Terlarang, Si Tante Mengaku Baru Sekali Melakukan

Kamis, 8 April 2021 10:26

Wakapolres Kotawaringin Timur Kompol Abdul Aziz Septiadi didampingi Kepala Satuan Reserse Narkoba AKP Syaifullah saat me...

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Seorang tante berinisial S (40), warga Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ditangkap polisi atas kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 145,51 gram.

Menurut Wakapolres Kotawaringin Timur Kompol Abdul Aziz Septiadi didampingi Kasat Resnarkoba AKP Syaifullah, S mengaku hanya dititipi barang itu oleh seorang lelaki dan baru sekali melakukannya.

“Tentu ini terus kami dalami karena tidak mungkin dititipi barang (sabu-sabu, red) sebanyak ini kalau sebelumnya belum pernah,” kata Kompol Abdul Aziz Septiadi di Sampit, Rabu (7/4).

Dia menyebut aktivitas tante S sudah lama dipantau petugas, sehingga begitu ada kesempatan yang bersangkutan langsung digerebek. Penangkapan S karena berbuat terlarang itu dilakukan pada Selasa (6/4) malam sekitar pukul 20.20 WIB, di pinggir Jalan Samekto Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang.

Saat penggeledahan badan terhadap S, polisi menemukan satu bungkus plastik berisi barang diduga sabu. Selanjutnya sekitar pukul 21.00 WIB, polisi menggeledah rumah S di Jalan Revolusi 45 Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Dalam penggeledahan yang disaksikan warga itu, polisi kembali menemukan plastik diduga berisi sabu-sabu. Total berat barang bukti sabu-sabu dari dua bungkus plastik itu 145,51 gram.

Polisi juga mengamankan sebuah mobil yang ditumpangi S saat ditangkap di Jalan Samekto. Kepada penyidik, tante S mengaku barang haram itu merupakan titipan dari seseorang kerabat almarhum suaminya. Sabu-sabu tersebut dibawa oleh seseorang dari Pontianak, Kalimantan Barat menuju Sampit menggunakan jalan darat.

“Kami dalami semua informasi yang ada,” ucap Kompol Abdul Aziz. Atas perbuatannya, S dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 112 Ayat (2) UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara selama 20 dan pidana denda Rp 10 miliar.

Dalam penggeledahan yang disaksikan warga itu, polisi kembali menemukan plastik diduga berisi sabu-sabu. Total berat barang bukti sabu-sabu dari dua bungkus plastik itu 145,51 gram.

Polisi juga mengamankan sebuah mobil yang ditumpangi S saat ditangkap di Jalan Samekto. Kepada penyidik, tante S mengaku barang haram itu merupakan titipan dari seseorang kerabat almarhum suaminya. Sabu-sabu tersebut dibawa oleh seseorang dari Pontianak, Kalimantan Barat menuju Sampit menggunakan jalan darat.

“Kami dalami semua informasi yang ada,” ucap Kompol Abdul Aziz. Atas perbuatannya, S dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 112 Ayat (2) UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara selama 20 dan pidana denda Rp 10 miliar.

Sementara itu, S kukuh baru sekali ini menerima titipan barang dari seorang laki-laki asal dari Pontianak yang merupakan kenalan almarhum suaminya. “Saya mau pinjam uang dua juta (rupiah, red), katanya boleh tetapi saya dititipi barang itu. Saya baru sekali ini melakukannya,” ucap tersangka S. (antara/jpnn)

Komentar


VIDEO TERKINI