Dongkrak Ekonomi, BI Dorong Pemerintah Tingkatkan Minat Masyarakat Berlibur ke Kawasan Wisata Nasional

Kamis, 8 April 2021 17:51

SPOT MENARIK: Bromo Forest di Tosari yang apik dikunjungi wisatawan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa jutaan masyarakat Indonesia lebih memilih untuk berlibur keluar negeri setiap tahunnya. Bahkan, jumlah orang Indonesia yang liburan ke luar negeri itu meningkat setiap tahunnya dalam 10 tahun terakhir.

Pihaknya mencatat, sebanyak 11,32 juta orang menghabiskan uang hingga USD 11,32 miliar ketika berlibur ke luar negeri. Namun, semenjak pandemi melanda, mereka terpaksa menunda rutinitas tahunannya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho memandang, kondisi tersebut harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh negara dengan meningkatkan minat orang untuk berlibur ke kawasan wisata nasional.

“Orang-orang di Jakarta mau ke luar nggak boleh, dan takut. Kecuali ke Turki yang selalu dibuka. Jadi kita harus ambil itu,” ujarnya dalam acara diskusi virtual, Kamis (8/4).

Ia melanjutkan, lembaga dunia seperti UNWTO dan OECD selalu mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dan India mendorong pasar domestik. Indonesia juga harus melakukan yang sama. “Ada 11 juta orang yang biasa ke luar negeri, kenapa mereka nggak ke Bali?” ucapnya.

Dalam analisis skenario yang disusunnya, jika 25 persem atau 2,9 juta dari total turis Indonesia yang biasa liburan ke luar negeri bisa didorong untuk ke Bali, maka setidaknya akan menutupi 47 persen dari total wisatawan mancanegara (wisman) yang biasa berlibur ke Bali. Selain itu, turis Indonesia juga bisa menutupi 37 persen dari devisa yang biasanya diperoleh dari para wisman di Bali.

Komentar


VIDEO TERKINI