Ibu Rumah Tangga Ditahan, Legislator Senayan: Benar-benar Tidak Adil!

Kamis, 8 April 2021 14:01

Lokasi pertambangan emas ilegal (PETI) Dongi-Dongi. Foto: ANTARA/Anas Masa

FAJAR.CO.ID, SULTENG — Seorang ibu rumah tangga bernama Leni Nurianto (35), asal Desa Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, ditahan kejaksaan karena diduga membawa rep dari lokasi pertambangan emas tanpa izin di Dongi-Dongi, Kabupaten Poso. Perlu diketahui, rep merupakan batu atau pasir yang mengandung emas.

Anggota DPR RI Matimndas J. Rumambi mempertanyakan kasus hukum yang ibu rumah tangga tersebut. “Persoalannya mengapa di hulu (lokasi PETI), warga bebas menambang, kok, setelah di hilir justru mereka ditangkap petugas,” kata Matimndas J. Rumambi di Palu, Kamis (8/4).

Legislator senayan ini menjelaskan, Leni Nurianto membawa rep hasil kaliki atau material yang diambil dari buangan para penambang di lokasi eks PETI Dongi-Dongi ke Kota Palu. Selanjutnya, rep diolah atau diproses di tromol emas, Keklurahan Poboya, Kota Palu.

Namun, dalam perjalanan membawa empat karung rep yang dikumpulkan selama 3 bulan ke tromol di Kelurahan Poboya, Leni tiba-tiba ditangkap anggota Polres Palu. Padahal, lanjut dia, saat masih perjalanan dari lokasi PETI Dongi-Dongi menuju Palu sempat diperiksa petugas Polres Kabupaten Sigi dan tidak ditahan.

“Kok, setelah di Palu, bersangkutan justru ditangkap petugas Polres Palu,” kata Matindas.

Dia menyebut, kasus yang menimpa warga Desa Tongoa itu benar-benar tidak adil. Kalau memang kegiatan penambangan emas di eks PETI Dongi-Dongi dilarang keras, lanjut dia, mengapa penambang bebas melakukan kegiatan tersebut? Akibat kasus itu, kini ibu rumah tangga tersebut ditahan pihak Kejaksaan Negeri Palu.

Komentar


VIDEO TERKINI