Indra Charismiadji Sebut Pembelajaran Tatap Muka Sangat Berisiko

Kamis, 8 April 2021 20:05

Pengamat dan Praktisi Pendidkan 4.0 Indra Charismiadji-- jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai, keputusan pemerintah untuk menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas pada Juli mendatang sangat berisiko.

Apalagi, dasar pertimbangan pemerintah antara lain karena para pendidik dan tenaga kependidikan pada Juli sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

“Sangatlah berbahaya bila penyelenggaraan pembelajaran tatap muka secara terbatas di bulan Juli hanya menggantungkan pada vaksinasi para pendidik,” kata Indra saat peluncuran Gerakan Guru Cerdas (Garudas) DKI Jakarta secara virtual, Kamis (8/4).

Salah satu penggagas Garudas ini mengakui, semuanya memang harus optimistis bahwa vaksin akan bekerja dengan baik.

Namun, semua harus siap dengan kemungkinan terburuk.

PTM terbatas, kata Indra, akan menimbulkan masalah baru karena pendidik dituntut untuk mengajar dengan dua model secara bersamaan yaitu daring dan luring.

Padahal untuk satu model daring saja para guru sangat kewalahan. “Untuk itu mereka harus diberikan pembekalan pedagogi digital dan dibimbing untuk melaksanakan pembelajaran dengan paradigma baru,” kata Indra.

Selama PJJ berlangsung, lanjut Indra, mereka sudah berhasil mentransformasi banyak sekolah untuk mengimplementasikan pembelajaran dengan paradigma baru.

Sehingga learning loss (hilangnya minat belajar pada siswa) bisa diubah menjadi learning again.

“Kalau Kemendikbud tidak bergerak, kami harus proaktif melakukan perubahan. Jika di DKI sukses, maka akan diimplementasikan di daerah-daerah lain,” imbuh Indra.

Komentar


VIDEO TERKINI