Legislator Sulsel Soroti Praktik Dispensing Dokter

Kamis, 8 April 2021 15:36

Ilustrasi Dispensing. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Praktik dispensing (menyediakan dan memberi obat) para dokter yang dilakukan di tempat praktek sendiri masih banyak terjadi. Padahal, itu menyimpang dari Peraturan Kementerian Kesehatan No: HK.01.07/Menkes/263/2018.

Legislator Sulsel, John Rende Mangontan menyampaikan, praktik tersebut melanggar baik Permenkes dan juga Peraturan Badan POM. Lantaran fungsi dokter adalah memeriksa/mendiagnosa pasien lalu mengeluarkan resep sesuai hasil diagnosanya.

“Lalu pasien membeli obat di Apotik walaupun dokter juga mempunyai kewenangan menyimpan dan menyalurkan untuk tindakan pertolongan pertama sesuai Permenkes,” kata John, Selasa (6/4/2021) lalu.

Padahal pemahaman dispensing yang benar sesuai UU praktik kedokteran no 29 thn 2004 pasal 35 agar obat yang disalurkan dokter terjaga keasliannya, terhindar dari pemalsuan.

Maka dalam mendapatkan obat yang akan disalurkan/dispensing ke pasien dokter tersebut berhubungan dengan apotek. Namun kenyataan banyak dokter praktik yang langsung menyiapkan obat untuk diserahkan ke pasien. Dan apabila ini dibiarkan terus menerus maka sangat merugikan pengusaha Apotek. Bila ini dibiarkan berjamur, dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan obat atau pemakaian obat palsu.

“Karena jelas sekali sistem alur distribusi obat yakni dari pabrik ke PBF (Pedagang Besar Farmasi) ke apotek,” bebernya.

Ia meminta IDI melakukan sosialisasi kepada seluruh dokter di Sulsel untuk menaati. Dan, Dinas Kesehatan bersama Badan POM melakukan pengawasan secara intensif. Hal ini bertujuan agar regulasi penyaluran obat tertib, dan memperkecil polemik seputar dokter melakukan dispensing obat. (nsrn)

Komentar


VIDEO TERKINI