Perubahan Skema Subsidi Gas 3 Kg Perlu Kajian Konprehensif

Kamis, 8 April 2021 16:48

Konsumsi LPG selama pandemi Covid-19 naik. (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perubahan skema subsidi gas LPG (Liquified Petroleum Gases) kemasan 3 kilogram (Kg) menjadi subsidi tunai, tidak bisa dilakukan tergesa-gesa. Sebab, hal itu akan mempengaruhi kondisi perekonomian secara luas.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean kepada Fajar Indonesia Network (FIN), saat dihubungi pada Kamis (8/4).

Ferdinand mengatakan, kajian yang komprehensif terkait dampak ekonomi akibat perubahan skema subsidi menjadi hal yang penting, tak hanya agar subsidi tepat sasaran saja, melainkan juga agar perubahan pola subsidi itu tidak malah menjadi beban bagi masyarakat miskin.

“Upaya dari mengalihkan subsidi barang ke subsidi langsung ke orang itu adalah sesuatu yang baik dan benar. Tetapi jangan mekanismenya nanti malah jadi mengganggu perekonomian di lapangan. Saya menduga akan ada pengaruh, karena subsidi langsung ke orang ini pertahun berapa sih? berapa sih subsidi LPG yang dinikmati satu orang kalau itu diberikan dalam bentuk tunai, pengaruhnya apa dalam hidup dia, itu perlu dikaji,” ujar Ferdinand.

Ia mencontohkan, harga gas LPG normal sebelum disubsidi dengan setelah di subsidi itu tentu ada perbedaannya. Gap atau jarak antara harga LPG subsidi dengan LPG non subsidi itulah yang akan dinikmati masyarakat miskin, ketika pola subsidi dikucurkan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Komentar


VIDEO TERKINI