Sebut Korupsi Masuk Kategori Terorisme, Anggota DPD: Sama-sama Mesti Dibereskan

Kamis, 8 April 2021 15:24

Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID — Aksi terorisme yang muncul belakangan ini menjadi perhatian dari Sabam Sirait. Politikus senior yang juga anggota DPD RI tersebut menilai ada dua penyebab, mulai dari faktor ekonomi sampai pemahaman agama yang tak tepat.

Karena pemahaman tersebut, Sabam menilai, korupsi juga bisa masuk dalam kategori terorisme. Sehingga perlu dihabisi juga. “Kalau aksi terorisme mengancam nyawa orang dan keamanan secara ekplisiit, maka korupsi sebaliknya,” kata Sabam lewat keterangannya, Kamis (8/4).

Menurutnya, anggaran untuk rakyat diambil, seharusnya masyarakat bisa sejahtera, diamputasi haknya sehingga hanya dinikmati orang per orang.

Sabam melanjutkan, perlahan rakyat makin terpuruk, kesehatan tak terjamin, akhirnya menderita karena hak-hak mereka diambil. “Terorisme dan korupsi harus sama-sama dibereskan,” kata Sabam Sirait.

Sabam melanjutkan, perlahan rakyat makin terpuruk, kesehatan tak terjamin, akhirnya menderita karena hak-hak mereka diambil. “Terorisme dan korupsi harus sama-sama dibereskan,” kata Sabam Sirait.

Menurutnya, dua hal tersebut harus bisa dibasmi sampai ke akar-akarnya. Sebab, tidak boleh ada tempat bagi pelaku teror dan korupsi di Indonesia. “Untuk terorisme, menjadi tugas polisi membasminya. Sementara korupsi jadi tugas KPK dan Kejaksaan untuk menuntaskannya,” kata Sabam. (jpg)

Komentar


VIDEO TERKINI