Yaqut Cholil Qoumas: Orang Disuruh Doa Kok Ribut

Kamis, 8 April 2021 19:52
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Rencana Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas meminta agar jajarannya memberikan kesempatan doa selain agama Islam ikut dibacakan dalam setiap kegiatan. Kebijakan ini ternyata menuai pro dan kontra.

Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Gerindra, Jefri Romdonny menyoroti tentang wacana yang dilakukan oleh Yaqut. Menurutnya, wacana itu perlu dikaji ulang.

“Kalau memang doa dibacakan dalam satu agama, saya rasa mungkin ini lebih bijak kalau misalnya tinggal disebutkan yang beragama lain harap menyesuaikan sesuai dengan ajarannya masing-masing,” ujar Jefri dalam rapat kerja dengan Menteri Agama, Kamis (8/4).

Menanggapi hal tersebut, Yaqut mempertanyakan kenapa ide yang ia ungkapkan tersebut malah menjadi pro dan kontra. Padahal itu hanya ungkapan doa saja.

“Jadi salahnya doa ini apa sih? Orang disuruh doa kok ribut, salahnya doa ini apa? Ini pertanyaan saya, saya boleh dong nanya? Salah doanya apa? Kan enggak ada salahnya,” tutur Yaqut.

Yaqut menjelaskan wacana tersebut timbul lantaran di satu kesempatan acara yang ia hadiri banyak orang-orang bukan beragama Islam. Sehingga alangkah baiknya jika acara-acara di Kemenag menggunakan doa lintas agama.

“Pada waktu itu saya hadir di pembukaan dan doa yang dibacakan hanya doa dalam Islam. Doanya disampaikan dengan cara Islam. Nah saya berpikir gini, masa sih yang disuruh korupsi menjauhi birokrasi melayani dirinya sendiri cuma muslim saja,” katanya.

Bagikan berita ini:
4
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar