Harbolnas Ramadan, Pemerintah Subsidi Ongkos Kirim, Airlangga: Diselenggarakan Lima Hari

Jumat, 9 April 2021 14:13

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo ingin Ramadan dan Idul Fitri 2021 dijadikan momentum untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2021 yang masih negatif, dibutuhkan pertumbuhan minimal 6,7 persen di kuartal II 2021 untuk bisa kembali ke level pra-Covid-19 atau sekitar 5 persen pada 2021. Apabila pertumbuhan di kuartal II 2021 tidak mencapai 6,7 persen, target pertumbuhan ekonomi 5 persen pada 2021 tidak tercapai.

Pemerintah pun agresif menebar berbagai stimulus bagi dunia usaha. Dia mencontohkan, beberapa stimulus seperti insentif pengurangan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada awal tahun ini. Dengan stimulus PPnBM, penjualan kendaraan bermotor pada Maret 2021 naik hingga 143 persen.

Selain itu, pemerintah menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian properti. Dampaknya, penjualan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) naik 10 persen, masyarakat berpenghasilan menengah naik 20 persen, dan masyarakat berpenghasilan tinggi naik 10 persen.

Selain THR dan gaji ke-13, menjelang Lebaran pemerintah akan mempercepat penyaluran target output perlindungan sosial seperti program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, dan bansos tunai yang belum terpenuhi pada kuartal I. Yakni, direalisasikan pada April sampai awal Mei.

Pemerintah juga memajukan pencairan kartu sembako dari Juni ke awal Mei (sebelum Lebaran) serta penyaluran program perlinsos lainnya. Kebijakan itu diperkirakan berpotensi meningkatkan realisasi Rp 14,12 triliun.

Komentar


VIDEO TERKINI