Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Proyek Infrastruktur di Sulsel, KPK Periksa Legislator Makassar Eric Horas

Jumat, 9 April 2021 14:24

Logo KPK. (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aliran uang yang diterima Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah (NA) melalui Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat (ER).

Hal itu ditelusuri dengan memeriksa Anggota DPRD Kota Makassar Eric Horas sebagai saksi dalam penyidikan kasus kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021. Adapun Nurdin dan Edy telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

“Dikonfirmasi antara lain terkait dengan pengetahuan saksi mengenai dugaan adanya aliran sejumlah uang ke berbagai pihak, salah satunya kepada tersangka NA melalui tersangka ER,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (9/4/2021).

Selain Eric, KPK juga memeriksa pihak swasta bernama Nuwardi alias Hj. Momo dan A.M. Prakasi. Kepada kedua saksi, penyidik mengonfirmasi aliran sejumlah dana ke berbagai pihak dari pelaksanaan berbagai proyek di Pemprov Sulsel.

“Yang salah satunya kepada tersangka Nurdin Abdullah melalui tersangka Edy Rahmat,” ujar Ali.

Diketahui, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021. (riz/fin)

Komentar


VIDEO TERKINI