Kemenristek dan Kemendikbud Digabung Kembali, Gus Nadir: Kawin-Cerai-Kawin-Cerai, Kapan Risetnya?

Jumat, 9 April 2021 21:14

Gus Nadir (dok. Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pemerintah kembali akan menggabungkan Kementerian Riset dan Tekonologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kebijakan ini menuai sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya, Nadirsyah Hosen, akademisi Indonesia yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Monash, Australia.

Menurutnya, kebijakan bongkar pasang kedua kementerian itu justru membuat dunia pendidikan dan riset di Indonesia tak maju-maju.

“Kawin-Cerai-Kawin-Cerai. Ribet soal struktur. Ribut soal staf & anggaran. Kapan risetnya?,” kata Gus Nadir sapaan akrabnya di akun Twitternya, Jumat (9/4/2021).

Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPR menyetujui digabungkannya Kemenristek dengan Kemendikbud. Penggabungan ini akan membentuk unit baru, yakni Kementerian Investasi.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menjelaskan anggota dewan menyetujui dibentuknya Kementerian Investasi lantaran DPR menerima Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 tentang Pertimbangan Pengubahan Kementerian.

“Sesuai hasil rapat konsultasi pengganti rapat Bamus 8 April 2021 yang telah bahas surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian dan menyepakati,” ujar Dasco dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/4).

Menurut Dasco, pembentukan Kementerian Investasi penting untuk investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan,” tambahnya.(msn/fajar)

Bagikan berita ini:
1
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar