Pengelolaan TMII, Moeldoko: Kasihan Yayasan Harapan Kita Nombokin Terus

Jumat, 9 April 2021 22:35

Kepala KSP Jenderal Purn TNI Moeldoko diapit Menristekdikti Mohamad Nasir dan Dirjen SDID Ali Ghufron Mukti. Foto: Mesya...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menilai masyarakat di tanah air harus berterima kasih kepada Presiden Kedua RI Soeharto dan istri, Siti Hartinah, terkait pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Atas inisiatif Soeharto dan Ibu Tien, masyarakat bisa menikmati TMII.

“Kami patut berterima kasih kepada Bapak Soeharto dan Ibu Tien yang punya ide yang begitu menjangkau masa depan. Tempat itu, sampai saat ini, bisa dinimati anak-anak kita,” kata Moeldoko dalam konferensi pers di kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (9/4).

Moeldoko melihat TMII bukan sekadar bangunan. Namun, memiliki fungsi dan peran pembelajaran di baliknya.

“Di situ terjadi pembelajaran toleransi, agama, suku budaya, bahkan kita lihat bersama bahwa TMII adalah simbol peradaban suku-suku di Indonesia,” jelas dia.

Eks Panglima TNI itu juga mengaku mendapat informasi bahwa Yayasan Harapan Kita merugi selama mengelola TMII.

Moeldoko mengeklaim yayasan yang dikelola oleh keluarga Soeharto itu harus mengeluarkan uang puluhan miliar per tahun untuk meneruskan TMII beroperasi.

“Saya dapat informasi bahwa setiap tahun Yayasan Harapan Kita menyubsidi antara Rp 40-50 miliar,” kata dia.

Atas pertimbangan itu, lanjut Moeldoko, pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita.

Di sisi lain, pengelolaan yayasan yang dibina anak Soeharto, Bambang Trihatmodjo, tidak memberikan kontribusi sepeser pun kepada negara.

Bagikan:

Komentar