Tugu Sepeda di DKI Senilai Rp 800 Juta, Emil Salim: Mengapa Tidak Utamakan Pendidikan?

Jumat, 9 April 2021 14:09

Ekonom senior Emil Salim

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ekonom, Emil Salim mengkritik langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pembangunan tugu sepeda yang menelan biaya sebesar Rp800 juta di kawasan Jalan Sudirman.

Pembangunan tugu ini diklaim untuk menunjukkan keberpihakan Ibu Kota pada pesepeda.

Emil mengatakan, anggaran sebesar itu akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk peningkatan mutu sumber daya manusia melalui pendidikan.

Ketimbang dibuat patung yang katanya membantu pelaku seni untuk berkreasi dan berinovasi. Padahal sepeda merupakan barang komersil yang kuat hubungannya dengan importir dan pengusaha.

“Ketika Wa-Gub DKI Jakarta sediakan Rp.800 juta bangun “patung speda” guna membantu para pemahat, kita bertanya bukankah “speda” barang komersial yg ada importir & pengusaha bengkel dll sehingga tak perlu Anggaran Daerah? Mengapa uang tidak utamakan pendidikan ketimbang patung?” cuit Emil Salim di akun Twitternya @emilsalim2010, Jumat (9/4/2021).

Kritikan mantan Menteri era Presiden Soeharto itu kemudian menuai tanggapan beragam dari sejumlah pihak. Tokoh Nahdlatul Ulama, Nadirsyah Hosen, salah satunya.

Gus Nadir demikian sapaan karibnya menyampaikan saat ini bukan zamannya lagi pemborosan anggaran dengan membuat monumen atau seremoni remeh temeh.

“Udah gak jamannya lagi pemborosan duit dg bikin monumen ini dan itu. Atau seremoni itu dan ini. Pak RW dan wakilnya harus lebih fokus pada pengembangan SDM. Bikin program yg lebih bermanfaat dan berkelanjutan. Komentar tokoh senior spt Prof Emil Salim ini layak diperhatikan,” tandasnya.

Komentar


VIDEO TERKINI