Ujian Kekuatan Uang dan Local Pride di Babak 8 Besar Piala Menpora 2021

Jumat, 9 April 2021 15:09

Piala Menpora 2021 (Foto: Liga Indonesia Baru)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Piala Menpora 2021 memasuki babak delapan besar hari ini. Delapan tim yang berhasil melewati persaingan sengit fase grup yakni PSIS, Barito Putera, Persija, PSM, PSS, Persebaya, Persib, serta Bali United.

Melihat komposisi skuat ke delapan klub, babak perempat final turnamen berhadiah Rp4,65 miliar ini akan menjadi ujian kekuatan uang dan semangat local pride (kebanggaan lokal). Persija, PSS, Persib, dan Bali United termasuk dalam kelompok klub yang mengandalkan kekuatan finansial. Sementara PSIS, PSM, Persebaya, dan Barito berjuang menuju takhta juara dengan pemain lokal, termasuk beberapa di antaranya yang masih berusia belia.

Persija yang menjadi juara Grup A diperkuat bintang-bintang berpengalaman. Mulai dari kiper timnas, Andritany Ardhiyasa, Tony Sucipto, Sandi Sute, Riko Simanjuntak, Ramdani Lestaluhu, Osvaldo Haay, Rezaldi Hehanusa, hingga Maman Abdurrahman. Macan Kemayoran juga memiliki pemain naturalisasi yang kini merupakan salah satu gelandang terbaik, Marc Klok.

Barisan pemain asing mereka juga sangat menakutkan. Duo bek Persija; Yann Motta dan Marco Motta tak hanya piawai membendung serangan, namun bisa menjadi pemecah kebuntuan dalam situasi bola mati karena memiliki keunggulan postur. Dan tentu saja Marko Simic, bomber haus gol yang sangat mematikan di kotak penalti.

Meski di babak delapan besar ini mereka harus kehilangan bek naturalisasi andalannya, Otavio Dutra yang harus menjalani sanksi kartu, kekuatan Macan Kemayoran sama sekali tidak akan tergerus. Apalagi, untuk laga kontra Barito, Pelatih Persija, Sudirman kabarnya siap memainkan pemain asing lainnya, Rohit Chand yang sudah menyelesaikan masa karantinanya setelah tiba dari Nepal.

Barito yang akan menjadi lawan mereka besok malam jelas harus ekstra waspada. Klub asal Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu seperti diketahui bermaterikan 90-sekian persen pemain lokal. Untuk turnamen pramusim ini, mereka hanya menyertakan dua legiun asing, yaksi sang kapten Cassio de Jesus dan penyerang yang sedang menjalani trial, Bissa Donald.

Akan tetapi, Barito yang menjadi runner up Grup B sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka memiliki pemain berpengalaman seperti Bayu Pradana dan Rizkiy Rizaldi Pora. Dan yang tak bisa diabaikan Persija adalah sosok pelatih, Djadjang Nurdjaman.

Juru taktik yang akrab disapa Djanur itu merupakan salah satu pelatih terbaik di Indonesia saat ini. Mantan pelatih Persib Bandung dan eks pemain sepak bola legendaris Indonesia yang terkenal pada era 1980-1990 itu memiliki pengalaman juara sebagai pemain, pelatih, dan bahkan asisten pelatih.

Skuat Persib yang turun di Piala Menpora 2021 ini tak kalah mewah. Selain pemain lokal seperti Ardi Idrus, Ferdinand Sinaga, Dedi Kusnandar, Henhen Herdiana,  Febri Hariyadi, Teja Paku Alam, Achmad Jufriyanto, Frets Butuan, dan I Made Wirawan mereka juga memiliki pemain naturalisasi dan legiun asing top.

Esteban Vizcarra, Ezra Walian, serta Victor Igbonefo adalah barisan pemain naturalisasi yang sarat pengalaman di kompetisi Indonesia. Sementara untuk pemain asing, mereka memiliki Nick Kuipers, Farshad Noor, dan Wander Luiz. Status sebagai juara Grup D menjadi garansi kualitas anak asuh Robert Rene Alberts.

Namun, seperti halnya Persija yang harus menghormati Barito, Maung Bandung, julukan Persib mesti memberi respek pada Persebaya. Bajul Ijo memang hanya mengandalkan senjata lokal dan menjadi klub dengan usia rata-rata paling muda, tapi mereka sangat berbahaya.

Anak asuh Aji Santoso adalah petarung.  Pemain muda seperti Rizky Ridho, Muhammad Hidayat, Alwi Slamet, Satria Tama, M Supriadi, hingga sang kapten Rachmat Irianto tak kenal menyerah. Bersama pemain senior seperti Mokhamad Syaifuddin, Ady Setyawan, Rivaldi Bawuo, Samsul Arif, dan Rendi Irawan, mereka adalah kekuatan hebat dari Kota Pahlawan.

Persebaya memang hanya finis sebagai runner up Grup C, tapi PSS membutuhkan hadiah penalti untuk menaklukkan pasukan muda Persebaya. Dan sejak awal Aji menegaskan Persebaya siap menghadapi Persib. “Kami tidak pilih-pilih lawan,” kata Aji dikutip dari situs Liga Indonesia Baru.

Partai yang mungkin akan menjadi pertarungan kekuatan uang sesungguhnya di perempat final ini adalah duel Bali United versus PSS, Senin mendatang. Bali United yang berstatus juara Liga 1 2019 seperti biasa datang ke turnamen ini dengan skuat yang membuat iri klub lain.

Stefano Cugurra yang meraih dua gelar Liga 1 beruntun memboyong nama-nama tenar seperti Diego Assis, Willian Pacheco, Stefano Lilipaly, dan Ilija Spasojević. Bersama pemain asing dan naturalisasi itu ada juga sosok pemain berpengalaman seperti Ricky Fajrin, Hariono, Fadil Sausu, Lerby Eliandry, Fahmi Al-Ayyubi, Gunawan Dwi Cahyo, Muhammad Rahmat, Wawan Hendrawan, Leonard Tupamahu, dan pemain baru Rizky Pellu.

PSS sementara itu datang ke Piala Menpora dengan bintang seperti Kim Kurniawan, Irfan Bachdim, Misbakus Solikin, Aaron Evans, Fandry Imbiri, Arsyad Yusgiantoro, Irfan Jaya, Miswar Saputra, Arthur Irawan, serta trio asing Aaron Evans, Mario Maslać, dan Nicolás Vélez. Dengan benteng kokoh seperti Fabiano Beltrame, tim berjuluk Super Elang Jawa itu jelas akan menjadi lawan sepadan bagi Bali United.

Akan tetapi, sebelum menyaksikan tiga duel itu, termasuk perang bintang, malam ini dua klub dengan 100 persen kekuatan lokal; PSIS dan PSM akan menjadi pembuka delapan besar. Walau berlabel perang lokal, duel ini tidak akan kalah pamor.

Dengan pemain-pemain seperti Fandi Eko Utomo, Eka Febri, Komarudin, hingga Hari Nur Yulianto, Laskar Mahesa Jenar adalah representasi dari sepak bola menyerang di Piala Menpora ini. Mereka total mencetak sembilan gol dan menjadi klub tersubur di fase grup.

Demikian juga dengan PSM. Semangat juang dengan spirit Siri Na Pacce mampu mereka tunjukkan di lapangan. Di bawah komando eks kapten timnas, Zulkifli Syukur dan pemain senior seperti Zulham Zamrun, Sutanto Tan, Hasyim Kipuw, Rasyid Bakri, dan Patrich Wanggai, mereka adalah tim tanpa rasa takut.

Kehebatan Dedi Gusmawan, Muhammad Reza Arya Pratama, Yakob Sayuri, Muhammad Rizky Eka Pratama, Abdul Rachman, Muhammad Arfan, Aji Kurniawan, hingga Saldi Amiruddin mampu menenggelamkan Persija di babak penyisihan grup. Sukses Pasukan Ramang menggasak Persija jelas menjadi peringatan bagi siapapun yang mereka hadapi.

Pelatih PSM, Syamsuddin Batola pun cukup percaya diri dan tidak lagi menyiapkan strategi khusus. Ia hanya meminta pemainnya tampil seperti biasa. “Saya selalu menginstruksikan kepada anak-anak kami bahwa kalian harus bermain disiplin, sabar, dan kerja keras. Itu yang selalu saya tekankan pada pemain saya,” tegas Syamsuddin. (amr)

Komentar