IAS Bicara Histori Stadion Mattoanging: Harus Dibangun, Tidak Boleh Tidak!

Sabtu, 10 April 2021 10:10

Ilham Arief Sirajuddin

Kemudian, lanjut IAS, dari sisi pengamanan sudah tidak sesuai standar normal stadion. Kapasitas stadion itu jika dipaksakan, paling maksimal 14 ribu penonton, itu sebelum dirubuhkan. Sementara pecintanya kurang lebih 50 ribu orang.

Lalu, ia mempertanyakan, bagaimana bisa mengelola tim dengan baik jika pendapatan dari penontonnya saja seperti itu. Daerah lain kapasitas penontonnya rata-rata 25 ribu penonton. Dari angka itu, tidak lebih dari 5 persen masuk stadion tanpa karcis.

“Kalau di sini kan kita tahu sendiri bagaimana,” cetus IAS tersenyum.

IAS juga menyinggung terkait pembangunannya kembali setelah dibongkar. Bisa jadi kapasitas penontonnya nanti meningkat menjadi 25 sampai 30 ribu. Karena jika ingin bangun dari nol, biayanya cukup besar. Paling tidak di atas Rp 1 triliun.

Stadion Ki Jalak Harupat Bogor saja menelan hampir Rp 1 triliun. Stadion Papua yang paling baru di Indonesia anggarannya Rp 1,8 triliun. Kapasitas penontonnya 40 ribu berstandar FIFA. Jadi tidak ada lagi stadion di bawah Rp 1 triliun.

“Apalagi Mattoanging ini mulai dari nol. Sebenarnya kemarin masih memungkinkan menambah saja, tidak perlu diratakan,” gumamnya.

Jika Walikota Danny Pomanto ingin mengurangi kapasitas penontonnya, IAS justru prihatin terhadap para penonton dan PSM itu sendiri.

“Lalu bagaimana dengan analisa Amdal Lalin. Bisa disiasati dengan penonton yang datang menggunakan ojek online atau angkutan umum. artinya tidak memakai kendaraan pribadi. Orang datang dengan diantar,” saran dia.

Bagikan berita ini:
8
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar