Maskapai Dilarang Beroperasi di Momen Mudik, Begini Respons Garuda Region Sulampua

Sabtu, 10 April 2021 16:18

Ilustrasi maskapai penerbangan Garuda Indonesia (Dok. JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Regional CEO Kalimantan, Sulawesi & Papua Region PT Garuda Indonesia, Berthon Hutapea mengaku baru mendengar kabar larangan total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Mei.

Pihaknya menunggu petunjuk dan arahan dari pusat dalam menanggapi larangan bagi maskapai mengangkut penumpang di momen mudik.

“Kalau kami dari operasional Garuda masih menunggu dari manajemen pusat apakah ini ada pengecualian yang akan diajukan,” ungkap Berthon di Makassar, Jumat (10/4/2021).

Berthon menegaskan larangan tersebut belum secara resmi dan detail diberikan dan disebarkan kepada maskapai. Makanya perlu hati-hati dalam menanggapi.

“Detail resmi larangan belum ada kami dapat,” akunya.

Dia menyampaikan agak sulit membayangkan jika maskapai dilarang beroperasi, padahal transportasi udara merupakan jenis transportasi yang vital dalam menghubungkan layanan antar pulau secara cepat.

“Kalau dilarang selama 12 hari itu, saya kurang paham bagaimana konektivitas orang yang membutuhkan. Misalnya kondisi darurat,” bebernya.

Dalam rentang waktu satu atau dua hari kedepan pihaknya berharap segera ada detail aturan larangan mudik tersebut.

“Kami ingin tahu juga bagaimana cara operasional jika dilarang beroperasi. Ini jelas semua maskapai mengeluhkan hal yang sama,” urainya. (endra/fajar)

Komentar