PT Pelni Batalkan Ceramah Ramadan, MUI: Nyata Arogansi Kekuasaan

Sabtu, 10 April 2021 15:25

Majelis Ulama Indoneisa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan keputusan Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) yang membatalkan jadwal kajian Islam menjelang bulan suci ramadan. Pembatalan itu, terkait beberapa ulama yang dinilai radikalisme.

Sejumlah penceramah atau ulama yang diundang tapi kemudian dibatalkan, diantaranya Ustad Firanda Andirja. KH Cholil Nafis yang juga pengurus MUI Pusat. Ustad Rizal Yuliar Putrananda Ustad Syafiq Riza Basalamah, dan Ustad Subhan Bawazier.

Bahkan, karena kejadian itu, pejabat Pelni yang terlibat mengundang para penceramah tersebut, dicopot dari jabatannya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Muhyiddin Junaidi menilai pembatalan dan pencopotan pejabat Pelni, merupakan arogansi kekuasaan yang melukai perasaan umat Islam.

“Pembatalan jadwal pengajian Ramadhan oleh direksi PT Pelni dan pencopotan petugas yang menangani masalah kerohanian di PT plat merah itu adalah bentuk nyata arogansi kekuasaan. Kebijakan tersebut melukai perasaan umat Islam dan bertentangan dengan sila pertama Pancasila,” ujar Muhyiddin Junaidi, Jumat (10/4).

Muhyiddin menilai, pembinaan mental spiritual di kalangan karyawan/karyawati di BUMN merupakan bagian integral dari agenda pengembangan SDM yang punya integritas tinggi kepada bangsa dan negara.

Karenanya, menurut dia ceramah agama sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab kepada perusahaan.

“Dengan demikian, kerugian dan hilangnya aset negara bisa diatasi. Kasus penyalahgunaan dan penyimpangan juga bisa diatasi. Seharusnya pemerintah memberikan insentif kepada mereka yang aktif dan kreatif dalam membantu pemerintah di bidang pembinaan mental spiritual. Bukan sebaliknya. diancam dan dikenakan sanksi berat,” sebutnya.

Bagikan:

Komentar