IAS Sebut Banyak Kader yang Tidak Happy dengan Kepemimpinan Demokrat di Sulsel

Minggu, 11 April 2021 20:04
IAS Sebut Banyak Kader yang Tidak Happy dengan Kepemimpinan Demokrat di Sulsel

Ilham Arief Sirajuddin (IAS)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepengurusan Partai Demokrat terbelah setelah beberapa kader senior menginisiasi pelaksanaan kongres luar biasa atau KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, 5 Maret 2021 lalu. Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko didapuk sebagai ketua umum.

Keabsahan kepengurusan Demokrat di bawah kendali Moeldoko diuji pemerintah lewat Kementerian Hukum dan HAM. Seperti prediksi kebanyakan pakar, Menteri Hukum dan HAM, Yosanna Laoly memutuskan menolak kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko.

Salah satu alasan mendasarnya, karena tidak adanya mandat dari DPD dan DPC sebagaimana disyaratkan dalam AD/ART Partai Demokrat.

Mantan Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin atau (IAS) menyebut kemenangan Demokrat di bawah kendali Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seperti kejatuhan durian runtuh.

KLB justru memberi Demokrat semangat baru. Energi tambahan yang luar biasa untuk menjaga soliditas seluruh kader di seluruh tingkatan. Juga menjadi ukuran kekuatan Demokrat menatap kontestasi akbar pemilu 2024.

“Tidak ada yang menyangka, karunia apa yang kita dapat sehingga kita dapat yang seperti ini. Tapi kita harus kelola dengan baik. Paling tidak Demokrat telah melekat di pikiran masyarakat,” ujar IAS di Makassar, Jumat (9/4/2021).

Bagikan berita ini:
10
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar