IAS Sebut Banyak Kader yang Tidak Happy dengan Kepemimpinan Demokrat di Sulsel

  • Bagikan

Selanjutnya, cetus IAS, momentum ini harus diisi dengan peran pendekatan terhadap masyarakat. Memperkuat keterkenalan publik ini. Misalnya dengan kerja-kerja sosial, kerja kemanusiaan, yang diamanahkan jadi anggota legislatif lebih menggalakkan program yang menyentuh langsung masyarakat. Ini momentum yang sangat bagus.

“Jangan hanya larut dalam euforia bahwa Demokrat AHY menang atas Demokrat Moeldoko. Kita perkuat konsolidasi,” katanya.

Tapi ternyata ada beberapa Ketua DPC di Sulsel yang ikut KLB Deli Serdang. Sebenarnya kata IAS, mereka bukan tidak setuju ke AHY, tapi mungkin tidak happy dengan kepemimpinan Demokrat di Sulsel.

“11 DPC yang makan malam bersama saya waktu itu sebelum ramai-ramai soal KLB, bisa jadi mereka tidak happy dengan kepemimpinan di Sulsel saat ini. Bukan tidak suka AHY nya,” tandas mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut.

Diketahui, pria yang akrab disapa Aco itu merupakan salah satu figur yang paling mencuat sebagai penantang petahana Ni’matullah Erbe pada Musyawarah Daerah Partai Demokrat Juni mendatang.

Tak tanggung-tanggung, IAS yang pernah memimpin Demokrat Sulsel selama tiga tahun itu menargetkan Partai Demokrat menang Pemilu di Sulsel tahun 2024 mendatang. (endra/fajar)

  • Bagikan