Pendakwah Dituding Radikal Tanpa Bukti, Tengku Zul: Kata Nabi, Lemparkan Pasir ke Wajah Penjilat

Minggu, 11 April 2021 14:06

Ustaz Tengku Zulkarnain (Istimewa)

FAJAR.CO.ID — Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain, geram dengan direksi BUMN Pelayaran Nasional atau PT Pelni (Persero) yang membatalkan undangan ceramah Islam menjelang bulan ramadan. Pembatalan ditengarai karena pimpinan BUMN itu menuding para penceramah punya pemahaman radikal.

Sejumlah penceramah atau ulama yang diundang tapi kemudian dibatalkan, di antaranya Ustaz Firanda Andirja, KH Cholil Nafis yang juga pengurus MUI Pusat, Ustaz Rizal Yuliar Putrananda, Ustaz Syafiq Riza Basalamah, dan Ustaz Subhan Bawazier.

Bahkan, karena kejadian itu, pejabat Pelni yang terlibat mengundang para penceramah tersebut, dicopot dari jabatannya.

Tengku Zulkarnain bilang, seharusnya BUMN membahas hal-hal besar terkait pembenahan internal BUMN. Bukan malah mengurus soal ceramah dan menuduh orang radikal tanpa bukti.

“Nih baru perlu dibahas… Waskita hutang 90 triliun dengan beban bunga 4.7 triliun. Mau jual jalan tol gagal total. Jangan BUMN rajinnya urusan masalah ceramah agama Islam, radikal radikul… Malu woi…Malu…!,” tulis Tengku Zul di Twitter-nya, Sabtu (10/4).

Tengku Zul mengatakan, BUMN harus melakukan pembenahan dalam struktur. Yakni membersihkan pejabat-pejabat titipan yang tidak kompeten. Bukan pejabat yang hanya mengurus ceramah dan menuduh pihak lain radikal.

“Yang paling penting adalah membersihkan BUMN dan anak-anaknya dari pejabat titipan yg hanya bisa bikin rugi dan membangkrutkan Perusahaan,” ungkapnya.

“Bukan mengatur penceramah yg jelas-jelas tidak pernah membuat Perusahaan Rugi atau membuat kerusuhan antar dan inter agama di NKRI. Paham?, ” sambung Tengku Zul.

Di cuitan lain, Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa dalam Islam, para penjilat itu dihukum berupa melempar pasir ke wajahnya. Bukan malah diangkat sebagai pejabat.

“Dalam Islam tukang puji-puji alias penjilat itu kata nabi lempar pasir ke wajahnya. Bukan diangkat jadi pejabat yang ujungnya bikin susah rakyat banyak,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa banyak kerajaan-kerajaan zaman dulu yang runtuh karena para penjilat diangkat menjadi pejabat penguasa.

“Banyak kerajaan besar zaman dahulu berakhir tragis runtuh dan hilang ditelan zaman. Kenapa? Karena pada generasi tertentu sang Raja hanya mengangkat para penjilat yang tidak mampu kerja secara profesional. Bahkan culas dan keji menindas rakyat. Pada gilirannya akhirnya hilang sirna,” katanya.

Sebelumnya, Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budiyarto alias Kang Dede menyebut, kegiatan dengan bertemakan ‘Ramadhan Memperkuat dan Memperteguhkan Iman’ itu, dibatalkan karena tidak mendapat izin dari jajaran direksi.

“Sehubungan flyer info penceramah dalam kegiatan Ramadhan di lingkungan PT Pelni dari Badan Dakwah Pelni yang sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan belum ada izin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tersebut DIBATALKAN,” tulis Kang Dede dalam unggahan Twitter-nya yang diposting Kamis (8/4) lalu.

Dede juga mengatakan bahwa para pejabat Pelni yang mengundang para ustad tersebut telah dicopot. Dia menilai, para penceramah yang diundang tersebut kebanyakan mempunyai pemikiran radikalisme.

“Selain itu pejabat yang terkait dengan kepanitiaan acara tersebut telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yg terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikitpun, BERANGUS,” tulisnya.

Kristia Budhyarto atau Kang Dede merupakan salah satu pendukung fanatik Jokowi-Maruf. Dia menjadi relawan pemenangan Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019.

Kang Dede cukup populer di media sosial. Dirinya merupakan influencer atau Buzzer Jokowi. Dia kemudian diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pelni. (FIN)

Bagikan berita ini:
4
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar