Fadli Zon Saran BUMN tak Rekrut Komisaris dari Kalangan Buzzer

Senin, 12 April 2021 13:45

Fadli Zon dan Dede Kristia Budiyanto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon menyayangkan tindakan Komisaris Independen PT Pelni (Persero) Dede Kristia Budiyanto, yang mencopot pejabat di perusahaannya hanya gara-gara mengundang penceramah yang dia anggap memiliki paham radikalis. Menurut Fadli Zon, apa yang dilakukan Kristia Budiyanto merupakan bentuk Islamophobia.

“Bisa digolongkan sebagai bentuk tindakan Islamophobia. Sebab, tindakan itu disertai dengan tuduhan serius mengenai radikalisme, yang mestinya punya dasar serta konsekuensi yang juga serius,” ucap Fadli Zon lewat keterangan tertulisnya, Senin (12/4).

Fadli Zon bilang bahwa Kristia Budiyanto tidak punya dasar bukti menuduh para Ustad tersebut radikal. “Siapa sebenarnya yang dituduh radikal? Apakah panitianya? Atau daftar narasumbernya?” katanya.

Bahkan salah satu narasumber yang diundang adalah Ketua Komisi Dakwah MUI, K.H. Cholil Nafis. “Apakah ia juga dianggap radikal? Apakah MUI dianggap sebagai sarang orang-orang radikal oleh Komisaris Independen PT Pelni?” tanya Fadli Zon.

Sejumlah penceramah atau ulama yang diundang tapi kemudian dibatalkan, diantaranya Ustad Firanda Andirja. KH Cholil Nafis yang juga pengurus MUI Pusat. Ustad Rizal Yuliar Putrananda. Ustad Syafiq Riza Basalamah, dan Ustad Subhan Bawazier.

Fadli Zon bilang, jika memang mereka dianggap radikal, kenapa mereka tidak diproses hukum. Bukan malah menuduh tanpa bukti.

“Kenapa tidak diproses hukum? Kenapa hanya dipindahkan, yg membuat orang jadi mempertanyakan dasar tuduhan tersebut,” katanya.

Komentar