Pemuda Gampang Terjerumus Radikalisme, Sekum Muhammadiyah: Karena Kurang Ilmu dan Kurang Gaul

Senin, 12 April 2021 17:18

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyebut pemahaman ekstrimisme dan radikalisme beragama di kalangan pemuda tidak efektif dihadapi dengan pendekatan militeristik.

Abdul Mu’ti menawarkan dua solusi kultural bagi pemerintah maupun kelompok masyarakat yang dianggapnya lebih efektif menahan laju ekstrimisme.

Pertama, Abdul Mu’ti mengusulkan agar narasi terkait moderasi beragama dimasifkan dalam jumlah melimpah dengan pengemasan yang sederhana, mudah dipahami dan memiliki pesan kuat yang membekas.

Kurangnya ilmu terhadap akses pemahaman yang benar mengakibatkan seseorang terjerumus pada pemahaman sempit yang lepas dari konteks hukum, sejarah, konteks ruang, dan konteks tempat.

“Akhir-akhir ini para pelaku bukan dari kelompok (ekonomi) yang tidak beruntung, karena itu bisa muncul dari ideologi tertentu. Banyak orang yang menjadi dongkol, karena pemahaman agamanya dangkal. Kalau pemahaman agamanya luas, Insyaallah dia tidak mudah dongkol karena dia bisa melihat sesuatu dari banyak arah,” jelas Mu’ti dilansir dari kanal YouTube Catatan Najwa di Narasi TV, Senin (12/4/2021).

Tak sampai disitu, Abdul Mu’ti juga mengusulkan agar pemerintah maupun unsur publik memperbanyak fasilitas berbasis minat atau hobi yang menumbuhkan interaksi sosial.

Usulan ini terutama melihat pada fakta bahwa hampir seluruh ekstrimis adalah orang-orang yang dikenal sebagai orang yang menutup diri dari pergaulan dengan masyarakat.

Komentar