Penggeledahan Kantor Jhonlin, ICW Duga Ada Pegawai KPK Bocorkan Info

Senin, 12 April 2021 14:12

Logo KPK. (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik kegagalan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak menemukan barang bukti saat menggeledah Kantor PT Jhonlin Baratama di Kabupaten Tanah Bumbu dan lokasi lainnya di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat (9/4) lalu.

ICW menduga, ada pegawai internal KPK yang membocorkan informasi rencana penggeledahan. Karena itu, peneliti ICW Kurnia Ramadhana meminta, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) untuk mengusut dugaan bocornya informasi penggeledahan tersebut.

Pegiat antikorupsi ini juga meminta KPK mengusut dugaan adanya merintangi penyidikan atau obstruction of justice, terkait dugaan bocornya informasi penggeledahan dalam mengusut kasus dugaan suap terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

“ICW merekomendasikan adanya tindakan konkret dari KPK. Mulai dari pengusutan dugaan pelanggaran kode etik oleh Dewas dan penyelidikan terkait tindakan obstruction of justice sebagaimana diatur dalam Pasal 21 UU Tipikor, baik yang dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal KPK,” kata Kurnia dalam keterangannya, Senin (12/4).

Menurut Kurnia, dugaan adanya pegawai internal KPK yang membocorkan informasi penggeledahan bukan kali pertama terjadi. Hal serupa pernah terjadi dalam pengusutan perkara dugaan suap pengadaan paket sembako di Kementerian Sosial (Kemensos). Dia memandang, bocornya informasi penggeledahan merupakan dampak buruk berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 19 atau revisi UU KPK.

Komentar