Peritel Optimis Larangan Mudik Tidak Berpengaruh Negatif Terhadap Pusat Belanja

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah resmi menetapkan kebijakan larangan mudik bagi masyarakat dalam perayaan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan risiko penularan Covid-19 yang disinyalir akan tinggi pasca libur panjang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang keluar daerah sepanjang kecuali betul-betul dalam keadaan mendesak dan perlu.

Padahal mudik lebaran sejatinya dapat dijadikan satu momen yang sangat penting dimana setiap wilayah di seluruh Indonesia mendapatkan income dan memicu kebangkitan perekonomian.

Ketua DPD Asosiasi Pusat Perbelanjaan Belanja Indonesia (APPBI) Sulselbar, Ricky Theodores menyampaikan larangan mudik tidak sepenuhnya akan berpengaruh negatif terhadap pusat belanja.

Ricky menilai memang dipastikan akan ada penurunan jumlah pengunjung yang berasal dari luar kota.

"Namun demikian di sisi lain besar kemungkinan masyarakat Makassar akan banyak menghabiskan waktunya di pusat belanja karena tidak bisa bepergian keluar kota," jelas Ricky di Makassar, Senin (12/4/2021).

Pihaknya menilai ada sentimen positif setelah banyak anggota masyarakat yang mengikuti vaksinasi sudah terlihat belakangan ini.

Tantangannya adalah bagaimana meyiasati daya beli yang belum sepenuhnya kembali.

"Untuk itu pusat belanja harus aktif mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik disertai program diskon untuk merangsang minat belanja," bebernya. (endra/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan