Pertanyaan Habib Rizieq Shihab kepada Kombes Heru Novianto di Persidangan

Senin, 12 April 2021 18:42

Habib Rizieq saat mengajukan pertanyaan kepada mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Heru Novianto di Pengadilan Negeri J...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Habib Rizieq Shihab (HRS) mempertanyakan sikap eks Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto terkait kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

HRS mempertanyakan alasan Kombes Heru Novianto tidak membubarkan kerumunan yang terjadi dalam acara peringatan maulid nabi dan pernikahan putri Habib Rizieq di Petamburan pada 14 November 2020.

“Saudara kenapa tidak membubarkan?” tanya Habib Rizieq kepada Heru yang dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4).

Heru Novianto mengatakan pada saat pernikahan putri Habib Rizieq dirinya tidak membubarkan kerumunan tersebut lantaran menghindari kerusuhan dengan massa yang berjumlah 5000 orang.

Habib Rizieq juga mempertanyakan sikap Heru tidak mengambil langkah preventif terkait acara Maulid Nabi dan pernikahan putri HRS itu.

Namun, saat Heru sedang menjawab, kalimatnya langsung dipotong oleh HRS dengan pertanyaan berikutnya.

“Jadi informasi Pak Wali (Walikota Jakarta Pusat, red) menyampaikan bahwa acara itu akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan. Patokan itulah kami memberikan toleransi dan ternyata begitu malam…” kata Heru, yang berhenti bicara lantaran disela oleh HRS.

HRS juga menanyakan kepada Heru Novianto terkait hasil tracing Covid-19 usai kerumunan di Petamburan.

Kombes Heru mengatakan dari 500 orang yang yang menjalani rapid tes Covid-19, sebanyak 5 orang dinyatakan reakif.

“Apakah ada klaster baru yang namanya klaster HRS? Apakah ada klaster baru yang namanya klaster maulid Petamburan?” tanya HRS kepada Heru.

Heru lantas menjawab pertanyaan Habib Rizieq, dengan mengatakan tidak ada klaster baru yang timbul usai terjadi kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
5
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar