Polisi Tembak Pemuda Kulit Hitam hingga Tewas, Kerusuhan Pecah Lagi di AS

Senin, 12 April 2021 20:53

Pengunjuk rasa menaiki mobil polisi dalam aksi massa imbas penembakan polisi terhadap pemuda kulih hitam di Brooklyn Cen...

FAJAR.CO.ID, MINNEAPOLIS — Aksi protes yang berujung kerusuhan pecah di Minneapolis, Amerika Serikat pada Minggu (11/4) sore hingga malam waktu setempat. Aksi massa itu dipicu peristiwa tragis kematian seorang pemuda kulit hitam bernama Daunte Wright, 20, setelah ditembak polisi Minneapolis.

Insiden berdarah itu terjadi beberapa jam sebelumnya. Polisi menembak mati Daunte setelah dinilai melakukan pelanggaran lalu lintas. Entah kebetulan atau tidak, peristiwa penembakan itu di dekat tempat terbunuhnya George Floyd setelah kepalanya ditindih polisi pada tahun lalu.

Ratusan orang orang marah dan kesal usai peristiwa tersebut. Mereka membawa spanduk dengan tulisan yang intinya menuntut keadilan. Bahkan ada yang membawa banner bertuliskan “Keadilan untuk George Floyd”. Mereka tak gentar menghadapi polisi dengan perlengkapan anti huru hara.

Sejumlah polisi Brooklyn Center menyalakan flash dan menembakkan gas air mata ke kerumunan pengunjuk rasa yang berkumpul di luar kantor polisi. Pasukan Garda Nasional dikerahkan sebelum tengah malam.

Ibu Daunte, Katie Wright, sebelumnya mengatakan kepada orang banyak bahwa putranya meneleponnya dan mengatakan bahwa dia telah ditarik oleh polisi dari dalam mobilnya. Katie mendengar petugas polisi menyuruh putranya untuk menutup telepon. Kemudian salah satu petugas polisi sengaja mengakhiri panggilan darinya.

Beberapa saat kemudian, pacar putranya memberi tahu dirinya bahwa putranya telah ditembak polisi. “Yang dia (Daunte) lakukan hanyalah membawa pengharum udara di dalam mobil dan mereka (polisi) menyuruhnya keluar dari mobil,” kata Katie.

Komentar