ICW Menduga Ada Pihak Internal KPK Ingin Melindungi Tersangka Suap Pemeriksaan Perpajakan

Selasa, 13 April 2021 18:55

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menduga, terdapat pihak di internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin melindu...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga, terdapat pihak di internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin melindungi tersangka kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016-2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Karena penyidik lembaga antirasuah gagal mengamankan barang bukti saat menggeledah kantor PT. Jhonlin Baratama pada Jumat (9/4) lalu.

“Maka wajar jika publik menduga keras ada oknum di internal KPK yang ingin melindungi pihak-pihak tertentu dalam perkara suap pajak,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Selasa (13/4).

Kurnia menyebut, KPK sendiri telah mengakui adanya pihak-pihak yang sengaja menghalang-halangi proses penyidikan KPK. ICW meminta, KPK mengusut pihak-pihak yang turut menghalangi proses penyidikan.

Menurutnya KPK bisa menjerat pihak-pihak yang menghalang-halangi proses kinerjanya dengan menjerat Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Karena barang bukti dokumen dugaan suap pajak itu diduga dibawa oleh mobil truk, agar tidak berhasil diamankan penyidik KPK.

“ICW mendesak agar KPK segera menerbitkan surat perintah penyelidikan dan mengusut tuntas perihal siapa yang memerintahkan pemindahan barang bukti ke truk tersebut? Lalu, siapa oknum internal KPK yang membocorkan informasi rencana penggeledahan?,” tegas Kurnia.

KPK pun telah mengultimatum pihak PT Jhonlin Bratama yang sengaja menghalang-halangi proses penyidikan. KPK menduga, barang bukti berupa dokuman dugan suap pada kantor PT Jhonlin Baratama sengaja dibawa kabur menggunakan mobil truk dalam penggeledahan yang dilakukan pada Jumat (9/4) lalu.

Bagikan:

Komentar