Kepala BPOM Optimis Vaksin Merah Putih Diproduksi Massal Akhir 2021

Selasa, 13 April 2021 18:41

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menerima vaksin Covid tahap kedua. (Dok Humas Sulsel)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Vaksin COVID-19 Merah Putih yang dihasilkan anak bangsa akan diproduksi massal pada akhir 2021. Progres pengembangan vaksin ini berjalan lebih cepat.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengaku optimistis akhir 2021 ada vaksin Merah Putih bisa diproduksi secara massal di Indonesia.

“Harapan kita memang pada akhir 2021 sudah bisa ada vaksin Merah Putih yang bisa dihasilkan oleh bangsa ini,” katanya saat Lokakarya Pengawalan Vaksin Merah Putih, Selasa (13/4).

Dikatakannya, dari enam institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih, ada dua yang memiliki progres paling cepat. Keduanya institusi tersebut adalah Universitas Airlangga (Unair) dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Dikatakannya, pihaknya menyebut vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair saat ini sudah masuk tahap praklinik atau uji pada hewan. Unair mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform virus yang dimatikan atau inactivated virus.

“Dari Universitas Airlangga dengan platform inactivated virus itu sudah memulai uji praklinik, uji pada hewannya sudah mulai per tanggal 9 kemarin (9 April 2021). Alhamdullillah sudah mulai praklinik,” ujarnya.

Dia pun berharap uji praklinik sampai uji klinik vaksin yang dikembangkan Unair itu selesai sekitar Oktober 2021. Sehingga bisa diproduksi pada akhir 2021.

Untuk produksi, Unair akan bermitra dengan perusahaan farmasi PT Biotis. Saat ini PT Biotis sedang berupaya untuk mendapatkan sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Dijelaskannya, dalam waktu dekat PT Biotis akan mendapatkan sertifikat CPOB sekitar Mei 2021.

Sementara itu, bibit vaksin yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman akan menuju ke tahap praklinik.

“Eijkman mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform sub unit protein rekombinan,” ujarnya.

Platform sub unit protein rekombinan merupakan teknologi pengembangan vaksin yang lebih baru.

Dia juga berharap vaksin tersebut dapat memasuki tahap produksi massal pada kuartal ketiga 2022. Eijkman akan bermitra dengan PT Bio Farma dalam memproduksi massal vaksin itu.

“Untuk Bio Farma ini juga sesuatu yang baru tentunya untuk fasilitas produksinya,” ungkapnya.

Empat institusi lain yang juga sedang mengembangkan vaksin Merah Putih adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. (fin)

Bagikan berita ini:
5
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar