Mangkir, KPK Ultimatun Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal

Selasa, 13 April 2021 22:47

Plt juru bicara KPK Ali Fikri menyampaikan KPK terus mengusut dugaan korupsi terkait pengadaan barang tanggap darurat be...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum dua saksi kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tidak memenuhi panggilan tanpa memberikan keterangan alias mangkir dari panggilan penyidik.

Kedua saksi itu ialah Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN) Tbk Nenie Afwani dan seorang karyawan swasta Andreay Hasudungan Aritonga. Mereka sedianya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Samin Tan selaku pemilik BORN pada Senin (12/4).

“Keduanya tidak hadir dan tidak memberikan konfirmasi terkait alasan ketidakhadirannya tersebut,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (13/4).

Ali pun mengimbau kedua saksi untuk kooperatif dengan menghadiri panggilan pemeriksaan selanjutnya.

Selain kedua saksi tersebut, KPK juga memanggil seorang saksi bernama Kenneth Raymond Allan. Pemeriksaan terhadapnya rampung digelar pada Selasa (13/4).

Dia dikonfirmasi mengenai dugaan pemberian uang dari tersangka Samin Tan kepada Eni Maulani Saragih selaku selaku mantan Anggota Komisi VII DPR.

“Dikonfirmasi juga mengenai keberadaan tersangka Samin Tan saat menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) KPK,” ucap Ali.

Diketahui, KPK telah menahan Samin Tan pada Selasa (6/4). Dia masuk dalam DPO KPK sejak April 2020 lalu.

Bagikan:

Komentar