MUI Tegaskan Vaksinasi Covid-19 secara Injeksi atau Suntikan Tidak Batalkan Puasa

Selasa, 13 April 2021 17:18

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara injeksi atau suntikan tidak membatalkan puasa.

“Kalau vaksinasi lewat mulut yang diteteskan kemudian masuk itu membatalkan puasa. Akan tetapi praktik pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan itu tidak dengan tetes mulut tetapi dengan injeksi,” kata Asrorun dalam dialog Forum Merdekat Barat tentang vaksinasi di bulan Ramadhan yang dipantau dari Jakarta, Selasa (13/4), seperti dikutip dari Antara.

Maka vaksinasi dengan injeksi intramuskular, tegas Asrorun, yang dilakukan untuk kepentingan vaksinasi Covid-19 itu tidak membatalkan puasa. Dia mengatakan, yang membatalkan puasa adalah makan minum dan menyampaikan material ke dalam rongga sampai ke perut. “Praktik vaksinasi dengan cara injeksi intramuskular ini tidak membatalkan dan juga tidak termasuk hal yang membatalkan puasa,” tegasnya.

Atas dasar alasan itu maka praktik vaksinasi tetap diperbolehkan meski sedang menjalani puasa. Namun, dia mengingatkan masih ada faktor kesehatan yang harus dipastikan dengan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan sebelum melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap orang yang tengah berpuasa apakah dapat menerima injeksi vaksin. “Kuncinya ada pada screening di tenaga kesehatan,” ujar Asrorun.

Bagikan berita ini:
10
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar