Muslim Terhormat Menurut Gus Dur: Tak Perlu Sweeping Warung Makan, Hormati Orang yang Tidak Berpuasa!

Selasa, 13 April 2021 14:35
Muslim Terhormat Menurut Gus Dur: Tak Perlu Sweeping Warung Makan, Hormati Orang yang Tidak Berpuasa!

Ketua Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Ramadan adalah bulan suci, paling istimewa dari bulan-bulan lainnya.

Bagaimana tidak? Pahala di bulan Ramadan dilipatgandakan oleh Allah. Kemudian puasa Ramadan merupakan penyebab terampuninya dosa-dosa dan terhapusnya berbagai kesalahan.

Berdasarkan sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Kemudian dalam hadits sohih berikutnya, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lantas di balik keistimewaan itu semua, berpuasa di bulan Ramadhan juga mengajarkan kita menjadi muslim terhormat. Apa itu muslim terhormat?

Dilansir dari unggahan Jaringan Gusdurian di Twitter, diceritakan, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah ditanya. “Gus, besok puasa. Izin kami mau sweeping warung makan yang masih buka demi menghormati yang berpuasa,” tanya seorang murid kepada Gus Dur.

Bagikan berita ini:
5
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar