SBY Diam-diam Ingin Ambil Alih Partai Demokrat, Ini Tudingan Kubu Moeldoko

Selasa, 13 April 2021 11:17

Susilo Bambang Yudhoyono (Dery RidwansahJawaPos)

FAJAR.CO.ID – Partai Demokrat kubu Moeldoko mengeluhkan sikap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendaftarkan lambang Partai Demokrat ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atas nama pribadi.

Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad mengatakan, SBY secara diam-diam ingin mengambil alih partai tersebut. “Ini memperkuat dugaan kami bahwa SBY secara diam-diam ingin merampas kepemilikan Partai Demokrat menjadi properti milik pribadinya,” ujar Rahmad kepada wartawan, Selasa (13/4).

Rahmad mengatakan, Partai Demokrat didirikan oleh 99 orang pada 2001 dan memiliki akta pendirian yang dicatatkan di notaris sebagai dokumen resmi negara. Nama Partai Demokrat sejatinya adalah milik semua yang akan diwariskan turun temurun kepada generasi penerus. Sehingga bukan malah dijadilan milik pribadi.

“Kami bersama para pendiri partai dan rakyat yang mendukung Partai Demokrat, mengutuk keras upaya diam-diam SBY yang mengabaikan nilai-nilai moral, etika dan integritas,” tegasnya.

Rahmad berujar, SBY melupakan bahwa Partai Demokrat itu milik semua. Bukan hanya dikuasai oleh segelintir orang. Sehingga SBY sepatutnya tidak melakukan pendaftaran lambang Demokrat ke Kemekumham.

“Tidak semestinya nama dan logo atau bendera Partai Demokrat didaftarkan menjadi properti milik pribadi. Bagi pendiri Partai Demokrat, upaya diam diam ini mirip dg Air susu dibalas air tuba,” ungkapnya.

Bagikan:

Komentar