Waspada Infeksi Ulang Covid-19, Bisa Mengakibatkan Penyakit Lebih Buruk

Selasa, 13 April 2021 11:50

Vaksinasi Lansia. (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kasus reinfeksi atau infeksi ulang Covid-19 yang muncul belakangan bukan sebuah kemustahilan. Seperti yang dialami musisi Maia Estianty beberapa waktu lalu.

Maia mengaku terinfeksi virus Covid-19 untuk kedua kalinya. Apa yang dirasakan kali ini berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Beruntung ibunda Al, El, dan Dul itu bisa segera pulih. Dalam waktu 6 hari, Maia kembali dinyatakan negatif.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof. Zubairi Djoerban berpesan seseorang tidak dapat mengandalkan kekebalan yang diperoleh dari infeksi alami untuk sebuah kekebalan kawanan alias herd immunity.

Disebutkan, varian baru virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu mulai bermunculan di berbagai negara. Sehingga memang herd immunity belum sepenuhnya tercapai.

“Gelombang baru pandemi di berbagai negara juga memberi tahu kita bahwa kekebalan kawanan memang belum sepenuhnya tercapai. Hal itu menguatkan temuan-temuan yang menyatakan bahwa varian baru dapat lolos dari kekebalan infeksi alami,” jelas Zubairi dalam kultwitnya di Twitter, Selasa (13/4/2021).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Universitas Indonesia (UI) itu juga mengingatkan beberapa studi menunjukkan kalau infeksi ulang Covid-19 justru mengakibatkan penyakit yang lebih buruk daripada infeksi pertama.

“Temuan studi itu mengingatkan kita agar praktik protokol kesehatan harus tetap dilakukan meski statusnya sebagai penyintas,” cetusnya.

Bagikan:

Komentar