Habib Rizieq Tuding Bima Arya Bohong, Pimpinan GP Ansor: Jika Benar Ulama Harusnya Dukung Walikota

Rabu, 14 April 2021 17:44

Luqman Hakim. (dok @LuqmanBeeNKRI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Wali Kota Bogor Bima Arya dianggap berbohong saat bersaksi di persidangan kasus swab RS Ummi. Hal itu diungkapkan Habib Rizieq Shihab yang juga tersangka dalam kasus tersebut dengan nada marah.

Pernyataan mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu ditanggapi Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan PP GP Ansor, Luqman Hakim.

“Marah-marah kepada sesama muslim, apalagi muslim yang menjadi ulil amri, tidak pernah dicontohkan Nabi,” tulis Luqman di akun Twitternya @LuqmanBeeNKRI, Rabu (14/4/2021).

Politisi PKB itu menyebut Bima Arya sebagai seorang kepala daerah yang berusaha melindungi rakyatnya dari bahaya Covid-19.

“Pak Bima Arya sbg Walikota wajib berusaha lindungi rakyatnya dari bahaya covid-19. Rizieq Shihab jika benar ulama, harusnya dukung upaya Walikota itu, bukan sebaliknya. Aneh!,” sebut Luqman.

Sebelumnya, Habib Rizieq marah kepada Bima Arya dalam persidangan kasus tes swab RS Ummi. Habib Rizieq bahkan sempat bersitegang dengan jaksa penuntut umum.

Kemarahan Habib Rizieq itu berawal saat dia mencecar Bima Arya terkait BAP-nya yang menyatakan dirinya berbohong perihal hasil tes swab-nya. Habib Rizieq kemudian menuding Bima Arya memberikan kesaksian bohong.

“Saya minta dicatat, bahwa Wali Kota Bogor, Wali Kota Bima Arya, sekaligus Kepala Satgas COVID-19 di pengadilan yang mulia ini telah melakukan kebohongan di atas kebohongan. Terima kasih,” kata Habib Rizieq dengan nada tinggi di PN Jaktim, Rabu (14/4/2021).(msn/fajar)

Komentar