Konflik PD Harusnya Berakhir, Pakar: Kubu Moeldoko Terkesan Modal Nekat dan Niat Buruk

Rabu, 14 April 2021 14:20

KLB kubu Moeldoko.

FAJAR.CO.ID — Kementerian Hukum dan HAM secara tegas menolak mengesahkan Kongres Luar Biasa (KLB) kubu Moeldoko yang digelar di Deli Serdang Sumatera Utara. Berdasar itu, konflik di tubuh Partai Demokrat seharusnya sudah berakhir.

Hal itu ditegaskan oleh Pakar Politik lulusan NTU, Singapura, M Isnaini. Menurutnya, selain penolakan mengesahkan KLB, pengacara Razman Nasution sebagai kuasa hukum kubu Moeldoko juga telah resmi mengundurkan diri.

Dari kejadian itu saja, lanjut Isnaini, tampak bahwa kubu rival AHY itu terlalu nekat dalam bermanuver politik.

“Terkesan hanya bermodalkan nekat dan niat buruk,” ungkap Isnaini dalam keterangannya, Rabu (14/4/2021).

Lebih lanjut, Isnaini juga menyoroti soal ‘gaya perang’ kubu Moeldoko yang menurutnya seperti menggunakan tesis Menteri Penerangan Publik dan Propaganda Nazi di era Perang Dunia II, Paul Joseph Goebbels.

Diketahui, anak buah Hitler itu pernah menegaskan bahwa praktik manipulasi kebohongan secara sistematis dalam dunia modern sebagai salah satu strategi peperangan.

Dituturkan Isnaini, Goebbels menyebarluaskan berita bohong melalui media massa sebanyak dan sesering mungkin. Hal tersebut terus menerus dilakukan hingga kebohongan itu dianggap sebagai suatu kebenaran.

Goebbels juga menciptakan praktik komunikasi sesat yang digunakan oleh banyak orang saat ini dengan lebih dahsyat, karena menggunakan platform dunia digital.

“Tak hanya fenomena post-truth, ada satu fenomena lain yang sekarang ini berkembang, yang kita kenal dengan fenomena half-truth. Half-truth adalah kebenaran atau fakta yang disampaikan hanya sebagian,” jelasnya.

Bagikan:

Komentar