KPK Sambangi Kantor PDIP dan PPP, Dorong Penerapan SIPP

Rabu, 14 April 2021 19:08

Logo KPK. (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Rabu (14/4). Hal ini bertujuan untuk mendorong komitmen PDIP dan PPP untuk menerapkan Sistem Integritas Partai Politik (SIPP).

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Wawan Wardiana mengatakan, praktik politik uang relatif marak dalam sistem politik di Indonesia. Hal ini berdasarkan hasil kajian dan survei yang telah dilakukan KPK yang secara umum partai politik masih perlu membenahi pengelolaan internalnya.

Wawan tak memungkiri, persoalan pendanaan merupakan salah satu permasalahan partai. Karena itu, KPK mendorong peningkatan pendanaan partai yang berasal dari anggaran negara. ’’Walaupun begitu, KPK juga ingin agar partai politik tak sekadar menerima dana, namun harus bersedia mengubah dirinya. Dalam konteks inilah KPK mendorong penerapan integritas partai melalui SIPP,’’ kata Wawan dalam keterangannya, Rabu (14/4).

Wawan menyampaikan, Sistem Integritas Partai Politik dilandasi hasil kajian KPK dan LIPI pada 2016 sampai 2017. Dia menyebut, ada temuan lima masalah utama penyebab rendahnya integritas partai, yakni belum ada standar etika partai dan politisi, sistem rekrutmen yang belum berstandar, sistem kaderisasi yang belum berjenjang dan belum terlembaga, masih rendahnya pengelolaan dan pelaporan pendanaan partai, dan belum terbangunnya demokrasi internal partai.

Bagikan:

Komentar