KPK Sebut Ajay M Priyatna Minta Jatah Rp3,2 Miliar untuk Izin Proyek Rumah Sakit

Rabu, 14 April 2021 17:40

Logo KPK. (ist)

FAJAR.CO.ID, CIMAHI — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay M. Priyatna minta jatah dana kepada pemilik Rumah Sakit (RS) Kasih Bunda Hutama Yonathan sebesar Rp 3.297.189.746. Dana tersebut untuk memuluskan perizinan proyek rumah sakit.

Jaksa Penuntut Umum KPK Budi Nugraha mengatakan, permintaan Ajay itu merupakan 10 persen dari nilai kontrak keseluruhan pembangunan. Permintaan jatah itu disebut sebagai bagian biaya koordinasi terkait perizinan.

”Bahwa nilai kontrak pembangunan gedung B RSU Kasih Bunda sangat besar. Sehingga, terdakwa minta bagian fee koordinasi terkait perizinan sebesar 10 persen dari nilai kontrak tersebut atau senilai Rp 3.297.189.746,” kata Budi seperti dilansir dari Antara di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/4).

Namun hingga ditangkap KPK dan dinyatakan sebagai tersangka, Ajay didakwa baru menerima suap dengan total Rp 1.661.250.000 dari sejumlah pemberian yang dilakukan secara bertahap. Pemberian itu diduga diterima Ajay dalam rentang waktu Mei hingga November 2020.

”KPK mendakwa Ajay patut diduga menerima hadiah berupa uang itu, agar tidak mempersulit perizinan pembangunan RS tersebut,” ujar Budi.

Dalam dakwaannya, Budi menjelaskan, Ajay yang terlebih dahulu mencari Hutama Yonathan, setelah mendengar rencana pembangunan di RS Kasih Bunda di Kota Cimahi itu. ”Pada 2018, mengetahui adanya pengajuan izin pembangunan RSU Kasih Bunda, terdakwa meminta temannya, Dominikus Djoni Hendarto, yang merupakan direktur PT Ledino Mandiri Perkasa, untuk menghubungi dan mempertemukannya dengan Hutama Yonathan,” tutur Budi.

Komentar