Menag dan Mendagri Diminta Turun Tangan, Teddy Gusnaidi Soroti Aturan Rumah Makan Pemkot Serang

Rabu, 14 April 2021 22:16

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kebijakan Pemerintah Kota Serang, Banten, yang melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan menuai sorotan, terlebih ada ancaman saksi penjara bagi yang melanggarnya.

Aturan itu sendiri hanya dalam surat Imbauan Bersama nomor 451.13/335 -Kesra/2021 tentang Peribadatan Bulan Ramadan dan Idul Fitri, diatur bahwa restoran dan sejenisnya tutup pada pukul 04.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Politikus PKPI, Teddy Gusnaidi pun ikut bersuara atas kebijakan yang ditandatangani Walikota Serang Syafrudin itu. Bahkan dia meminta Mendagri Tito Karnavian dan Menag Yagut Cholil Qoumas turun tangan.

“Pak Menag dan Pak Mendagri layak turun tangan untuk menangani kekonyolan ini.. @YaqutCQoumas,@kemendagri, @Kemenag_RI,” kata Teddy dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Rabu (14/4/2021).

Dewan Pakar PKPI itu memberikan dua alasan kenapa aturan di Pemkot Serang itu bermasalah.

“1) seolah-olah umat muslim itu mahluk lemah, rapuh, mudah tergoda & tidak punya kekuatan iman, sehingga jika ada restoran buka di siang hari, puasanya pasti batal.,” sebutnya.

“2) Jika ujiannya ditutup, lalu untuk apa ada ujian? Kok beginian masih ada ya? Yang berpuasa siapa, yang dikasih ujian siapa,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Serang membuat kebijakan pembatasan jam buka pada rumah makan selama bulan puasa ramadan tahun ini. Pembatasan dilakukan sebagai bentuk penghargaan untuk masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa ramadan.

Komentar