Sisi Unik Masjid Agung Jami’ Singaraja, Dihiasi Ornamen Bali

Rabu, 14 April 2021 09:30

Masjid Agung Jami' Singaraja (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, BALI — Masjid Agung Jami’ Singaraja merupakan salah satu masjid tua yang ada di Buleleng. Konon tanah tempat berdirinya masjid diberikan oleh Raja Buleleng.

Masjid ini juga menjadi simbol toleransi antara umat Hindu dan umat muslim di belahan Bali Utara sejak ratusan tahun lalu.

SUARA azan terdengar nyaring. Tanda masuk waktunya salat asar. Satu persatu warga yang mukim di sekitar masjid berdatangan. Umat segera melakukan wudu. Mereka bersiap menjalankan ibadah salat asar.

Usai salat, kegiatan di masjid tak berhenti. Sejumlah pemuda terlihat sibuk memasak hidangan untuk berbuka puasa. Lainnya terlihat berbincang di teras masjid sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Masjid Agung Jami’ Singaraja merupakan salah satu masjid tua di Buleleng. Masjid diyakini berdiri sejak tahun 1830-an.

Konon masjid itu didirikan lantaran Masjid Keramat Kuno – masjid pertama di Buleleng – tak mampu lagi menampung Jemaah muslim yang bermukim di wilayah Kampung Bugis, Kampung Kajanan, dan Kampung Baru.

Wilayah ini merupakan kantong umat muslim di Buleleng.“Karena jumlah umat sudah banyak, maka butuh tempat yang lebih luas untuk ibadah Salat Jumat dan Salat Idul Fitri.

Akhirnya dari tetua-tetua kami menghadap pada Raja Buleleng mengajukan permohonan tanah untuk tempat ibadah.

Akhirnya diberikan tanah yang jadi lokasi masjid sampai hari ini,” ungkap Muhammad Agil, 32, Humas Ta’mir Masjid Agung Jami’ Singaraja, kemarin sore.

Bagikan:

Komentar