Sisi Unik Masjid Agung Jami’ Singaraja, Dihiasi Ornamen Bali

Rabu, 14 April 2021 09:30

Masjid Agung Jami' Singaraja (Istimewa)

Agil mengungkapkan keberadaan Masjid Agung Jami’ tak bisa lepas dari kontribusi I Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi.

Ia merupakan salah seorang keturunan Raja Buleleng pertama, I Gusti Anglurah Ki Barak Panji Sakti. Jelantik Celagi kemudian memutuskan menjadi mualaf dan memeluk agama Islam.

Jelantik Celagi pula yang melobi Raja Buleleng. Saat itu tahta raja diemban oleh I Gusti Ngurah Ketut Jlantik atau yang dikenal juga dengan sebutan Anak Agung Padang.

Ketut Jlantik merupakan kakak dari Ketut Jelantik Celagi. Sehingga kerajaan memberikan sebidang tanah dengan luas 15 are.

Raja kemudian menitahkan agar Jelantik Celagi dan rekannya Abdullah Masgati sebagai pengurus masjid.

Sebagai masjid tua, masjid ini memiliki sejumlah keunikan tersendiri. Di antaranya ornamen ukiran khas Bali yang menghiasi pintu gerbang utama.

Pintu yang berada di masjid serta lubang ventilasi juga dihiasi dengan ukiran yang sama. Yakni ukiran khas Buleleng yang bertema tanaman rambat.

Hal yang paling unik ialah keberadaan pintu gerbang utama. Konon pintu itu dibawa langsung dari Puri Buleleng ke Masjid Agung Jami’.

Pintu itu juga simbol toleransi antara umat Hindu yang sering disebut Semeton Bali, dengan umat Islam yang sering disebut nyame selam.

“Cerita turun temurun memang pintu gerbang itu dibawa langsung dari puri, dan langsung dipasang di masjid. Jadi itu simbol toleransi antara semeton Bali dengan nyame selam yang ada di Buleleng.

Bagikan berita ini:
4
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar