Sisi Unik Masjid Agung Jami’ Singaraja, Dihiasi Ornamen Bali

Rabu, 14 April 2021 09:30

Masjid Agung Jami' Singaraja (Istimewa)

Itu juga sekaligus penanda bahwa tanah masjid ini diberikan oleh Raja pada adiknya yang memang mualaf,” ungkap Agil.

Tak hanya itu, Raja Ketut Jlantik juga disebut mengirimkan undagi kerajaan juga dikirim ke Masjid Agung Jami’ untuk menata masjid.

Undagi ditugaskan membuat pintu, daun jendela, lubang ventilasi, serta menghiasi bangunan dengan ukiran khas Buleleng. Hingga kini ukiran itu masih terus dijaga dan dirawat.

Selain itu undagi kerajaan juga ditugaskan membuat mimbar yang digunakan khatib saat menyampaikan ceramah pada Salat Jumat atau salat besar lainnya.

Saat itu mimbar hanya ada di Masjid Keramat Kuna. Sehingga undagi kerajaan membuat mimbar yang sama persis dengan yang ada di Masjid Keramat.

Tak heran bila banyak umat yang menyebut mimbar di Masjid Agung Jami’ dan Masjid Keramat sebagai mimbar kembar.

Tinggalan lainnya ialah sebuah menara yang berdiri di sisi timur masjid. Menara itu dulunya digunakan sebagai muazin melakukan azan. Tanda sudah masuk waktu salat.

“Dulu kan belum ada sound system. Jadi tiap mau masuk waktu salat, muazin itu naik dulu ke menara. Sampai di atas baru azan. Sekarang sudah ada pengeras suara, jadi sudah tidak digunakan lagi,” jelas Agil.

Kini menara telah beralih fungsi. Di puncak menara telah dipasang empat buah pelantang suara. Sementara bangunan menara kini lebih banyak digunakan sebagai pilar.

Bagikan berita ini:
7
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar