Buat Gaduh, Demokrat Siap Gugat Resetting RT/RW Ala Danny Pomanto ke PTUN

Kamis, 15 April 2021 14:14

Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Bappilu Partai Demokrat Kota Makassar, Zulkifli Thahir menyebut langkah Wali Kota Makassar Danny Pomanto meresetting perangkatnya di tingkat RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) bahkan lurah, berada diantara balas budi dan balas dendam.

Disatu sisi tim pemenangan pasangan Danny-Fatma mendesak akan janji politik jika menang dalam Pilwali Makassar 2020 lalu. Di sisi lain ada sebagian besar Ketua RT/RW yang dipilih rakyat berada di paslon nomor 2, 3 dan 4.

“Jadi desakan tim paslon 01 agar diberdayakan dalam program Makassar Recover bisa diartikan sebagai balas budi. Sementara yang dianggap menolak ressetting dan tidak dilibatkan bahkan akan di-Plt kan adalah balas dendam pasca Pilwali 2020 lalu. Sederhananya begitu ini logis saja, karena tidak ada mendung tiba-tiba hujan,” sorot Zulkifli Thahir kepada fajar.co.id, Kamis (15/4/2021).

Kegaduhan ini timbul lantaran pernyataan Walikota Makassar yang akan menonaktifkan dan menunjuk pelaksana tugas RT/RW yang diduga adalah tim pemenangan Walikota Makassar pada Pilkada tahun lalu.

Dikatakan, berbagai kepentingan bermunculan dari kegaduhan ini, saling sindir, saling tuding, campur mencampuri, labrak aturan dan lain sebagainya. Membuat para politisi, pengamat bahkan eks tim pemenangan pun memanfaatkan ajang ini untuk berdalih agar benar dan menyalahkan yang lain.

“Sebagai pemimpin yang bijaksana harusnya sebelum mengambil keputusan mengajak semua pihak duduk bersama. Bukan kah pilwali sudah selesai, marilah saling merangkul dan melupakan perseteruan saat pesta demokrasi kemarin”, tambah Zulkifli.

Komentar