Ditelepon Lebih 100 Kali, Tak Pernah Kasih OTP Tetapi Rekening Terkuras

Kamis, 15 April 2021 13:44

Ilustrasi notifikasi transaksi internet banking.

FAJAR.CO.ID — Pelaku pembobolan rekening dengan modus migrasi kartu melakukan banyak cara untuk bisa mendapatkan one time password (OTP) dari Mashudi. Mulai mengaku sebagai penagih listrik, ojek online, sampai pimpinan pusat bank pelat merah. Korban mengaku ditelepon hingga lebih dari seratus kali.

”Alasan aplikasi ojek online nyasar, tagihan listrik nyasar, dan telepon berkali-kali tanpa henti minta kode OTP,” ujar Mashudi saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (13/4).

Mashudi tidak pernah memberikan kode OTP tersebut. Tiba-tiba handphone miliknya mati pada 18 Oktober 2020. Keesokan harinya dia melapor ke kantor bank dan kantor operator seluler untuk menonaktifkan nomornya. Dia juga mengecek saldo tabungannya secara manual.

”Nomor saya terhubung dengan internet banking. Saya cek saldo selisih Rp 50 juta lebih,” ungkapnya.

Berdasar data mutasi rekening, uang tabungannya terpakai untuk belanja online di marketplace. Padahal, dia tidak pernah berbelanja apa pun. Transaksi belanja itu tercatat dilakukan saat handphone-nya mati.

”Saldo hilang bertahap dalam satu malam. Saya tidak pernah migrasi kartu. Transaksi beda-beda untuk belanja,” tuturnya.

Mashudi mendapati migrasi itu dilakukan dengan modal KTP-nya yang datanya sudah dipalsukan. Dia tidak tahu identitasnya tersebut didapat dari mana. Data identitasnya sama. Hanya fotonya yang diganti dengan foto orang tidak dikenal. Mashudi lantas melaporkan kasus tersebut ke Polsek Jabon, Sidoarjo.

Komentar