Live PSM 21.30 Wita, Persija Siap Adu Taktik

Kamis, 15 April 2021 13:23

Para pemain andalan PSM siag laga melawan Persija. (Tawakkal/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SLEMAN — Sejatinya, PSM punya modal moril menghadapi semifinal Piala Menpora 2021. Namun, ada misi balas dendam dari Persija Jakarta membayangi.

Untuk itu, adu taktik menjadi kunci pada laga pertama semifinal di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis malam, 15 April. Terlebih, kedua tim dipimpin pelatih lokal.

Kondisi berbeda memang akan dihadapi kedua tim. Hasil pada penyisihan grup B, kemenangan menjadi milik PSM dengan skor 2-0, tak seluruhnya menjadi acuan.

Pelatih PSM Makassar Syamsuddin Batolla pun menegaskan telah mengingatkan anak asuhnya untuk lebih bermain kreatif, karena situasinya tentu berbeda. Menurutnya, grafik penampilan Persija menunjukkan tren menaik setelah kekalahan tersebut.

“Pemain kami sudah siap. Pada official training akhir, para pemain telah menunjukkan semangat untuk laga semifinal,” ujarnya pada konferensi pers virtual, Rabu, 14 April.

Untuk laga semifinal putaran pertama ini pun, Syamsuddin sudah menyiapkan strategi baru untuk mengantisipasi kelebihan Persija. Permainan pantang menyerah dan determinasi tinggi mempertahankan daerah pertahanan bakal membawa persaingan sengit pada laga nanti.

Begitu pula ketangguhan kiper Hilmansyah menjemput bola. Hal yang sangat perlu diantisipasi Pasukan Ramang—julukan PSM Makassar— yakni, situasi set-piece.

Sebab, kembalinya ketajaman Marko Simic dan kehadiran Rohit Chand diyakini berdampak besar pada kualitas permainan Tim Macan Kemayoran—julukan Persija Jakarta. Khusus buat Rohit, pemain multiposisi itu kemungkinan besar kembali bermain di lini tengah.

Selain itu, dengan bermodalkan pemain berpostur tinggi seperti Yan Motta, Marco Motta, Otavio Dutra, dan Marco Simic, Persija bisa memanfaatkan kelebihan itu untuk memburu gol via bola mati. Ada Marc Klok sebagai eksekutor.

Akan tetapi, itu tak membuat gentar pelatih yang pernah membawa PSM Makassar meraih juara Liga Indonesia 2001 itu. “Pemain kami bersemangat menunjukkan permainan terbaiknya jika melawan pemain terbaik,” katanya.

Kapten PSM Zulkifli Syukur menyampaikan berada pada semifinal adalah pencapaian luar biasa mereka di tengah keterbatasan. “Kita tetap bertekad bagaimana bisa lanjut ke babak selanjutnya,” tegasnya.

Selain itu, mantan pemain tim nasional itu juga menyampaikan, ada semangat tambahan sebagai tim dengan seluruhnya pemain lokal yang ada di mereka. Semangat bagaimana bisa tampil lebih baik di antara pemain-pemain asing Persija yang termasuk terbaik di sepak bola Indonesia saat ini.

Seimbang

Jika tampil dengan kekuatan terbaik, secara umum kualitas lini per lini PSM dan Persija relatif sama. Pasukan Ramang, di lini depan bertumpu pada Patrich Wanggai sebagai stiker tunggal yang ditopang penyerang sayap cepat, Rizky Eka Pratama dan Yakob Sayuri.

Sementara, Macan Kemayoran mengandalkan trio Osvaldo Haay, Marko Simic, dan Riko Simanjuntak menggedor konsentrasi lini belakang PSM.

Kedua tim juga menyimpan opsi alternatif untuk menambah daya serang saat mereka kesulitan membongkar pertahanan lawan. PSM bisa mengoptimalkan peran Zulham Zamrun atau Saldi Amiruddin, sementara Persija memiliki Heru Susanto.

Jadi momok buat Pasukan Ramang, hadirnya Rohit Chand di lini tengah. Sebab, pada pertemuan pertama di penyisihan grup Persija yang terlihat kedodoran menghadapi determinasi tinggi gelandang PSM padaPerrtemuan pertama.

Pada laga itu, PSM yang menurunkan trio Rasyid Bakri, Sutanto Tan, dan M. Arfan terlihat lebih dominan di lini tengah. Untuk itu, Persija tetap harus mewaspadai pergerakan Rasyid, gelandang pembeda PSM.

Rasyid sejauh ini berkontribusi besar di lini tengah, sebab dia juga tak jarang berkeliaran di area 16 lawan.

“Dari kekuatan lini per lini kedua tim permainan yang seimbang pasti akan diperlihatkan,” kata Sekretaris Jenderal Red Gank, Sadakati Sukma.

Tim mewah Persija Jakarta tetap tak boleh menganggap remeh PSM. Pasalnya, kata Sadat, pada turnamen pramusim ini, kondisi pemain semua sama.

Janji Berbeda

Hasil positif yang terus diraih Persija pada tiga laga terakhirnya belum membuatnya tenang untuk semifinal. Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, tetap menjanjikan penampilan berbeda dibandingkan saat dikalahkan PSM Makassar pada penyisihan grup.

“Saya pikir laga lawan PSM adalah laga bagaimana mental berpengaruh untuk memenangkan pertandingan. Persija sendiri siap tempur,” tegas pelatih berusia 51 tahun itu.

Sudirman sendiri mengaku sudah banyak belajar dari kekalahan 0-2 Persija saat jumpa PSM di fase grup lalu, di mana dua gol yang diciptakan PSM praktis lahir karena kesalahan penggawa Persija.

Butuh Kreativitas

Pengamat Sepak Bola Nasional, Hanafing mengatakan, para pemain PSM harus lebih kreatif dari lini per lini. “Juga tim pelatih, harus lebih berani mendorong pemain lebih agresif lagi,” katanya.

Hanafing mengutarakan, pola pertahanan PSM sudah cukup kukuh saat ini. Tak mudah ditembus. Harus lebih konsisten akan hal itu. Sebab, dengan begitu penyelamatan-penyelamatan gemilang Hilmansyah bisa kembali ditunjukkan.

Untuk itu, kata dia, tim PSM harus lebih berani lagi memanfaatkan variasi serangan. Dengan begitu, mereka mampu menekan Persija. (sal/rif-zuk)

Bagikan berita ini:
10
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar